Posted in My Achievement

My Second Photography

Semenjak kuliah, aku punya hobi baru selain menulis, yaitu FOTOGRAFI. Ternyata seni fotografi itu excited banget, euii!! Gimana nggak?!? kita bebas nggambil gambar dari sudut manapun, kamu bisa foto sambil guling-guling, terjun dari lantar 10, atau sambil ngesot. Hehehe…pokoknya be ur self deh. Kalo menurutku, saat kita mengambil gambar bersikaplah jujur. Apa yang ada disekitar kita ceritakan dengan sejujur-jujurnya. Misalnya nih, demonstrasi, seorang wartawan itu harus mengambil sisi netral, jangan memihak polisi tapi jangan juga memihak mahasiswa, berpihaklah pada kebenaran karena media massa itu berpengaruh sekali.

Aku mencoba untuk ikut lomba fotografi, yah..walaupun aku blm ada basic sama sekali. Waktu itu aku baca pamflet di mading Fakultas Psikologi, e..ada lomba foto, temanya “Seribu Cinta Untuk Bunda” bertepatan dengan hari Ibu, 22 Desember taon lalu. Dan alhamdulilah, karya aku menang juara II Lomba Fotografi “Seribu Cinta Untuk Bunda”…

lomba-1

Judul   : Bundaku Penyambung Hidupku

Uraian : Seorang ibu bersama kedua anaknya yang masih kecil, mncari nafkah untuk kehidupan mereka. Mengemis… mungkin inilah yang harus dilakukan untuk mendapatkan sesuap makanan yang harus dibagi sepiring bertiga. Pengorbanan seorang ibu untuk membesarkan kedua anak mereka. Dia bahkan sampai mengajak kedua anaknya untuk mengemis. Tatapan mata anak kecil menyorotkan sebuah harapan yang besar untuk mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. “Bunda…enngkaulah pelita dalam kegelapan…jerih payahmu… peluhmu…tak kan lekang diterpa zaman…“

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

4 thoughts on “My Second Photography

  1. fotonya bagus. Memberikan gambaran yang berbeda tentang kasih sayang bunda…

    and it’s so brave to capture this remembering the spot is in public place. Itu udah kayak foto jurnalistik, tidak pandang tempat dan berani motret di tempat umum yang orang banyak lalu lalang kayak di atas (itu di gang sawo deket kampus kan?)

    hoho…

    Keep fighting! gw juga gak mau kalah nih, hehehehehehee….

  2. fiekha : fik, makaciih iah..^^ makaciih iah pujiannya..gw seneng deh dapet pujian dari elo..abisnya lo jam terbangnya lebih tinggi dari gw..tp gw sempat kecewa,,kenapa lo minder ma gw..seharusnya gw..lo yg lebih banyak pelangaman..ya sudahlah..mari kita berjalan beringan..mendayung dengan riak yang sama..
    iyah itu deket es pocong..kapan kita makan tempe itu lagi??hehehe…

    rommiiii : waduh miimii..semua orang bisa nulis bagus,,tapi kasih kritik dan saran dunk mii..hahahaha^^

  3. rasanya aku kenal dengan anak di foto itu..jika memang kamu ambil foto di gang sawo, kober…maka benarlah pikiran ku itu… aku sedih melihat gambar itu, karena anak yang terlihat punggung nya itu adalah adik asuh fakultas ku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s