Posted in Jejak Pelangi, My Knowledge

DEJAVU Itu Merasuki Pikiranku

” Lo kog aku pernah ngalamin kejadian kayak gini ya sebelumnya?!?” …pernyataan aku seperti ini sering terlontar setiap aku mengalami kejadian serupa. Kadang pusing kalo kejadian yang sama terulang lagi.

” Dejavu…mungkin ini yang namanya dejavu..”

***

Chris Moulin, psikolog dari University of Leeds Inggris, mengatakan bahwa yang menarik dari orang-orang yang mengalami dejavu aalah mereka dapat mengingat kembali detail peristiwa atau pertemuan yang tak pernah dia alami. Sehingga ada sensai yang menghubungkan dengan ingatan yang terpisah dari isi memori. Ada dua sistem berbeda dalam kerja otak. Moulin menduga, masalahnya adalah sirkuit memori teru-menerus bekerja atau dalam posisi ‘on’ terus.

Selain itu Brown, ilmuwan asal Utah, AS yang merilis buku The Dejavu Experience : Essay in Cognitive Psychology. Brown mencoba mengklasifikasikan sejumlah pemicu dejavu, yaitu disfungsi otak. Hal ini mencorong para neurologis membongkar isi otak manusia. Fenomena dejavu terjadi pada sebuah lipatan berwarna abu-abu di pusat otak. Nama jaringan ini parahippocampal gyris. Terletak di cuping temporal, dekat telinga. Parahippocampal gyrus merupakan mesin pencipta sekaligus pemroses memori.

deja-vu-brainHasil riset menunjukkan seorang yang mengalami kejang (epilepsy) dibagian uping temporal, area dekat parahippocampal gyris, kerap mengalami dejavu. Peristiwa ini dinamakan “aura”. aura terjadi dalam hitungan detik dan biasanya diikuti sensasi seperti perasaan hendak terjatuh (sensation of falling). Menurut Brown, kejutan listrik yang diberikan diarea ini, dapat memicu pengalaman dejavu seseorang.

Menurut Martin Conway PhD, Psikolog Universitu og Leeds, berpendaoat dejavu merupakan persoalan memori, yakni persilangan antara koleksi ingatan di masa lampau dengan interpretasi masa kini. Dejavu bertitik tolak dari kelengahan otak dalam merekam secara sadar peristiwa yang dialami di masa lalu. Contohnya, misalnya kita memasuki suatu runagna, otak kita langsung mempersepsikan seolah-olah kita pernah memasukinya dalam mimpi. Sejatinya kita pernah memasuki ruangan yang serupa di saat tertentu, hanya kita tidak menyadari. Otak tidak merekam dan memasukkannya dalam kesadaran sehingga tidak mendefinisikan sebagai realita.

***

Selain itu aku juga pernah menanyakan hal ini kepada dosenku yang bisa liat “aura”. Ternyata kalo kita sering mengalami dejavu, kita masih berada di dalam jalan yang benar (baca: kita masih anak baik-baik, yang ada dijalur ato di jalan Tuhan). Huff..syukur deh, berarti aku masih menjadi anak yang baik dan manis. Hohohoho… =D

Tapi fenomena dejavu ini emang menarik untuk dibahasa, dan masih menyimpan sejuta misteri. Jadi, kesimpulannya menurut ilmu psikologis, dejavu itu merupakan kelengahan dari otak kita untuk merekam secara sadar peristiwa yang dialami di masa lalu.

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

One thought on “DEJAVU Itu Merasuki Pikiranku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s