Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi

KETIKA BUMIKU MENANGIS

Dahulu…

Keteduhan menyelimuti

Rindang dedaunan mendayu-dayu

Kicauan lantunan tembang alam samar-samar terdengar

Terbang bersam semilir angin

Gemericik air mengalir tanpa batas

Menyejukkan tiap insan memandang

Hati nan tentram seraya meneguk kemurniannya

Tanah subur membentang lebar

Mengepakkan sayap dalam bulir-bulir padi merekah

Manusia-manusia itu tersenyum tulus menggapai tiap helai

Demi kehidupan

Kini…

Kegersangan merayap

Menyergap tiap bagian hingga hancur lebur

Keringnya daun menjadi saksi

Betapa kejamnya manusia-manusia masa kini

Mengikis sampai dasar potensi bumi ini

Tak ada lagi nyanyian menentramkan

Bulir-bulir padi menguncup pasrah

Taukah kalian mengapa???

Bumi kita sedang menangis

Dia menyaksikan tangan-tangan jahat mengoyak raga

Mencabik lapisan-lapisan penting dalam diri

Dia tak kuasa menahan beban

Hingga rasa menyesal menyelimuti diri

Keluarlah!!!

Banjir badang menerjang kota

Longsong mengubur harta manusia

Panas mengikis pori-pori kulit manusia

Dan…

Bumi pun menangis

Dia tak ingin memperlihatkan kesedihan

Tapi beban ini tak kuasa tertahankan…


Depok, 9 Januari 2009

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

14 thoughts on “KETIKA BUMIKU MENANGIS

  1. ciiee beta
    puitis bgd!!!

    emang tuh manusia hrs’a lebih peduli sama bumi ini

    lo ikut padamkan lampu gak wkt earth hour??
    itu kan slh 1 cara’a

    sukses yah!!!

  2. Lautanku juga menangis…banyak banget orang yg memanfaatkan lautku dengan cara yg salah,,mengambil ikan dengan bom,putaw ..selalu menjadi muara terakhir limbah2 industri ,rumah tangga bahkan lumpur sidoarjo… selalu menjadi kambing hitam pemanasan global karna permukaanya yg selalu naik..

  3. makasiih teman-teman udah berkunjung ke blog saiia..

    *) hanggadamai : wah..kamu orang pertama yg kasih comment untuk puisiku.makasiihh^^..kurang ada greget-nya iah??siipp..ntar aku buat lagi yang bisa bikin emosi terombang-ambing.hehehe =D

    *) astrid : hai..hai..akhirnya dikau berkunjung juga diblog w..hehehe^^ iyah dunk ikutan nih..sukses juga buat lo iah!!

    *) fahmi : puisi kamu juga bagus tuh^^ horee dapet award iah??tapi kog persyaratannya banyak banget..hehehe..

    *) kakek : makasihh kek^^

    *) bocahbanjar : iyah..semangat juga^^

    *) ilham : iyah..makasiihh^^

  4. Barangkali alam tidak pernah menangis ,kekeringan,petaka dan bencana adalah cerminan jiwa-jiwa kita yang serakah dan bodoh Alam hanya memberi kaca bagi hidup kita.Mungkin juga Tuhan mencari cara untuk menyapa kita manusia melalui itu semua.Tangisi saja diri kita sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s