Posted in Jejak Pelangi, Opini Sang Pelangi

Dimanakah Orang Tuaku???

DSCN5028

Seorang anak yang berjalan sendirian di pagi hari tanpa didampingi oleh orang tuanya menyusuri jalan beraspal. Tak disangka dibelakang anak kecil itu ada sebuah Avanza hitam melaju dengan kecepatan tinggi. Aku yang lagi sibuk motert-motret sekeliling melihat hal ini dengan cepat setelah melejitkan jepretan ke arah anak dan mobil itu, aku berlari dan menolong bocah itu agar menepi dan nggak ketabrak nantinya. Huff..sempet deg-degan nih.

Sempat berpikir…”Kemana nih orang tua bocah ini??Kok dia sendirian dan dibiarin jalan tanpa ada pengawasan dari orang tuanya. ” Setelah mobil itu berlalu, aku menasehati anak itu, “Hati-hati ya dek!” Dia pun berlalu. Masih sendiri berjalan entah kemana, karena aku nggak mungkin mengikutinya dan mengantarkan pulang, karena waktu itu aku sedang berjalan-jalan di pagi hari yang masih sejuk alias hunting foto. Hehehehe.. šŸ˜€

Ini merupakan pembelajaran bagiku di mana orang tua harus selalu waspada terhadap anaknya mulai dia kecil sampai dewasa kelak. Kalo menurutku, orang tua adalah orang tua dan anak tetaplah anak. Orang tua dan anak akan membentuk sebuah keluarga dan biasanya disebut dengan sosialisasi primer. Kepribadian anak akan terbentuk dari sosialisasi primer dan keluarga akan secara langsung membentuk kepribadian anak, apakah anak itu nantinya menjadi anak yang bertanggung jawab atau lepas tangan. Peranan orang tua akan sangat berpengaruh dalam menentukan sikap anak-anak mereka.

Dari gambar yang aku ambil di atas, memperlihatkan kurangnya tanggung jawab orang tua terhadap anaknya. Mana si anak masih kecil dan masih belum bisa berpikir rasional, hmmm..aku sempat mikir, gimana ya kalo anak ini sudah besar nanti??apakah akan benar-benar tidak diasuh oleh orang tuanya?

Terkadang aku sempat kecewa, melihat anak-anak yang broken home, di mana orang tua mereka bercerai dan si anak menjadi sasaran child abuse. Duh..miris nih hati ini! Kenapa mereka menjadi cinta kalo akhirnya tercerai berai dan anak yang jadi korban, apakah mereka tidak berpikir bagaimana perasaan si anak? mungkin.. mereka hanya berpikir kebehagaian masing-masing tanpa ada celah untuk memikirkan anak mereka. Dengan berbagai alasan ketidakcocokan lagi antara suami dan istri, anak pun harus menderita. Perasaan, hati, dan jiwa mereka yang terluka. Dan hal ini susah untuk disembuhkan daripada menyembuhkan luka fisik yang dari waktu ke waktu dapat tertutup kembali, tetapi luka hati dan beban yang terlalu berat akan menimbulkan gangguang psikologis anak itu.

Alhamdulilah orang tuaku selalu membimbing aku untuk jadi anak yang sholehah dan berbakti kepada orang tua. Yahh..walaupun terkadang pemikiran mereka nggak sama dengan pemikiranku, dan biasanya aku menganggap kolot pikiran mereka, tapi merek tetap the best di hatiku. Mereka mengajarkan aku banyak hal, membimbingku, dan menyayangiku. Orang tuaku kedua-duanya bekerja, tapi mereka nggak melupakan waktu bersama keluarga, nggak seperti di sinetron-sinetron yang mengumbar materi tapi mengaburkan kasih sayang. Orang tuaku masih sering mengajak anak-anaknya untuk solat berjamaah dan makan bersama. Aku bersyukur dan bahagia telah dilahirkan dari rahim mamaku. Terima kasih Ya Allah (^_^) Mama yang selalu merawat ketika aku sakit, papa yang selalu bekerja keras untuk menyekolahkan aku. Semoga teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama seperti aku terhadap orang tua masing-masing dan yang belum beruntung jangan berkecil hati, masih ada Allah yang selalu menjaga kita disaat kita senang maupun sedih.

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

6 thoughts on “Dimanakah Orang Tuaku???

  1. untung aja tu anak nggak kenapa-kenapa

    tapi sempat yah di jepretin dulu baru di tulungin, bahaya tuh kalo pas di jepret dah keserempet duluan he2 *ngaco*

    lam kenal ^_^
    dan di tunggu linknya

  2. hehehehe…abis dijepret aku langsung lari kak nolongin..hehehe..nggak tuh tuh ortunya dimana..tiba” gitu sendirian..hihihihihi…
    salam kenal juga kak^^
    mari berkawan..
    udah di link blognya..hohoho…

  3. wow..

    tapi jika mobil tuh nabrak si dedek..
    apa yg akan dilalukan penulis???

    seru gak yah??
    ahahahahahahahahaha..

  4. jadi haru aku,kok bisa gitu lho,di jepret dulu baru di tolongin,bisa aja kamu..hehehe…untung kamu gak telat nolongnya????????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s