Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi, Jejak Pelangi, My Gallery

BERTANDANG KE SARANGAN TAK LUPA SINGGAH KE CEMORO SEWU

Hai kawan-kawan pelangi!

Apa kabar semua? Gimana liburan kali ini? Menarik kan?

Yuk… ikuti liburan pelangi kali ini. Walaupun cuman sebentar (2minggu) tetapi sangat berkesan karena bisa berkesempatan berkumpul dengan keluarga dan teman-teman.

Kali ini aku akan bercerita pengalamanku jalan-jalan ke Sarangan bersama keluarga dan menuju puncak cemoro sewu. Siap-siap pakai jaket tebal ya, soalnya semakin ke puncak semakin rencah tekanan udaranya. Bbrrrrrr….. ^_^

Sarangan yang terletak di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, I’m coming!!!! Akhirnya ada berita menyenangkan dari ayah, karena Minggu lalu (25/7) kita sekeluarga akan berkunjung ke Sarangan dan Cemoro Sewu (kalau bahasa Indonesia-nya seribu pohon cemara). Horeeee \^_^/ aku pun bersorak sorai! Hehehehe.. beliau tahu saja, kalo aku pengin jalan-jalan karena 6 bulan yang lalu berkutat dengan mata kuliah dan kegiatan yang menyita waktu. Sekarang saatnya bersantai! Hohohohoho…

Sesampainya di sana, aku mencoba naik boat bersama keluargaku, sayangnya kakak tertuaku nggak ikutan karena kerja di Jakarta (mbak! Kamu melewatkan foto-foto bersama kita!hehehehe.. =p) Dingin udara tak menyurutkan niatku untuk naik boat. Ombak itu bagaikan batu-batu terjal saat laju boat kencang mengantamnya. Cipratan air terkadang mengenai kacamataku. Di tengah danau Sarangan ada tulisan “Tlogo Pasir +1287m” artinya, telaga pasir ini berada berkedalaman 1287m. Saat itu air dalam keadaan ketinggian penuh. Haduh, kalo masalah kayak begitu suka nggak konek. Hahahaha… Intinya ketinggian air diatas normal. Riak-riak danau bagaikan ombak di laut.


Habis naik boat, kita lanjutkan kuliner sate kelinci dan sate ayam khas Sarangan. Ayah dan adikku memilih sate kelinci sedangkan aku dan ibuku memilih sate ayam. Aku takut makan sate kelinci, kasian kelincinya dibikin sate, padahal itu kan hewan lucu yang cocok jadi peliharaan di rumah. Hahahaha… Kata ayahku, daging sate kelinci lebih ‘alot’ daripada daging ayam. Kalo aku mah, yang penting makan! Hihihihihi !

Selain wisata air juga ada pasar buah dan sayuran segar. Yang belum kesampaian di Sarangan, aku belum naik kuda! Hiks! Akhirnya cuman bisa motret kuda yang pengin aku naikin dan ekor kuda! Di situ juga banyak hotel dan villa yang disewakan untuk umum. Jadi kalo pengin nginep di Sarangan juga bisa. Kalau di kota besar, Sarangan itu identik seperti Puncak Bogor. Dingin dan segar udaranya.



Setelah puas main-main di Sarangan (sebetulnya belum! Karena aku belum naik kuda. Huhuhuhuhu 😥 nangis deh), kita melanjutkan perjalanan ke Cemoro Sewu dengan melewati jalan baru yang sudah diaspal dan nggak terlalu terjal dilewati mobil. Ayahku memberi tahu kalo mau motret Sarangan secara utuh kita harus naik ke atas puncaknya. Dari situ keindahan terpancar dan jangan lupa abadikan moment ini di dalam frame kamera.

Jalan yang berkelok yang masih menampakkan suasana alam pegunungan dan bebatuan menambah suasana semakin takjub pada ciptaan Sang Maha Indah ini. Tapi yang membuatku sedih, aku nggak menemukan bunga Edelwise yang mempunyai aroma khas. Kata ibuku, adanya diketinggian tertentu seperti di Dieng. Hufff… sepertinya aku belum jodoh menemukan bunga itu. Hehehehe…

Akhirnya sampai juga di gerbang Cemoro Sewu. Ternyata jalan ini bisa tembus ke puncak gunung Lawu. Sewaktu aku melewati jalan setapak, aku menemukan pendaki yang baru turun. Salah satunya minta difoto -_- hahahaha…. Aku menemukan berbagai macam pohon yang rantingnya menjalar unik, lalu batuan yang dihiasi lumut dan akar, samai bunga yang tak kuketahui namanya. Maklum ke sana, tanpa guide! Yang unik, saat melewati gerbang Cemoro Sewo ada pohon yang potnya terbuat dari tumbukan botol kaca. Kreatif dan ramah lingkungan daripada dibuang didaur ulang jadi pot deh. Simsalabim!


Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

17 thoughts on “BERTANDANG KE SARANGAN TAK LUPA SINGGAH KE CEMORO SEWU

  1. Met kenal Mba’, saya Heri dari Depok Jakarta

    Baca ulasannya jadi tertarik untuk berkunjung ke Telaga Sarangan nich..,rencana liburan lebaran ini saya pingin berkunjung kesana, sehabis silaturahmi dengan keluarga yang ada di Semarang.

    Yang saya inget dulu semasa saya SD pernah jalan ke Tawangmanggu mau jalan ke Telaga Sarangan tidak jadi.

    Minta informasi waktu tempuh / jarak dari Tawangmanggu ke Telaga Sarangan itu kira2 berapa KM & berapa jam ? Dan apa betul jalan tembus dari Cemoro Sewu ke Telaga Sarangan sudah jadi ?

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  2. Jalan akses ke sarangan sekarang sdh lebar meskipun yg dr magetan sebagian belum tapi yg arah dr tawang mangu sdh lebara banget, membuat perjalanan menyenangkan. Jangan lupa bermalam di VILLA Asalia tempatnya bagus harga murah Rp. 200.000 – Rp. 250.000 / malam, parkir di halaman, view sangat bagus. BULEH COBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s