Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi, Jejak Pelangi

Kembalinya Ramadhan dalam Balutan Kebaikan Nan Fitri

Pelangi mau berbagi kisah menarik. Tadi saat terawih ada cerita unik dari penceramah masjid. Begini ceritanya.

“Ada pengantin baru. Pengantin pria adalah anak dari tukang jahit sedangkan pengantin wanita adalah anak konglomerat. Setelah mereka mengadakan resepsi pernikahan, masuklah pengantin pria dan wanita ke kamar, saat berganti pakaian, tiba-tiba wanitanya pingsan. What?!? Ada apa ini? Si pria kaget dan bingung. Dalam hati ia berkata, kenapa ini dengan istriku? kenapa tiba-tiba pingsan? what am i doing right now? Akhirnya si pria ngomong baik-baik ke mertuanya kalo istrinya pingsan. Akhirnya segala cara dilakukan supaya anaknya sadar, setelah sadar ia pun terdiam. Saat ditanya bapaknya si wanita diam saja, saat ditanya si ibu dia baru menjawab. “Celana mas-nya Bu, masa ada tulisan berat bersih 50 kg. Saya kan shock banget”. (Saat penceramah berkata seperti itu, tiba-tiba ibu-ibu di masjid ketawa kepingkal-pingkal, sedangkan aku? bengong, bingung. Lalu mencoba menantikan jawaban dari penceramah). Setelah itu si pria menjawab “Aduh, sayang. Ini bukan seperti yang kamu lihat. Bapakku kan penjahit, ini cuman tulisan, aku dibikinin celana dari kain gandum, jadi tulisannya masih keliatan”. —> Jadi inti dari cerita ini adalah kita memaknai puasa jangan dari luar saja, tapi kita telusuri maknanya. Puasa tidak hanya menahan makan minum. Tapi puasa kita lihat secara lahiriah dan batiniah, selain menahan makan minum, kita menahan nafsu, menjalankan apa yang diperintahkan Allah, yaitu berlomba-lomba berbuat kebaikan yang nantinya akan membentuk kebiasaan tidak hanya di bulan Ramadhan saja kita berbuat baik tapi dibulan lainnya sepanjang kita masih bernafas kita berusaha untuk berbuat baik, beriman, dan bersyukur.

Alhamdulilah…

Akhirnya bisa menikmati Ramadhan tahun 2012 ini. Allah masih memperbolehkanku menghirup udara segar dan melaksanakan perintahNya, yaitu berpuasa selama sebulan penuh dan memperbanyak kegiatan kebaikan lainnya. Sebelumnya, saya minta maaf kepada seluruh pembaca apabila selama ini banyak salah dan kata-kata yang tidak berkenan dihati. Semoga di hari yang fitri ini kita bisa saling memaafkan dan dilancarkan seluruh ibadah di bulan suci Ramadhan 1433 H.

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

One thought on “Kembalinya Ramadhan dalam Balutan Kebaikan Nan Fitri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s