Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi, Jejak Pelangi, My Knowledge

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Maafkanlah!

“Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.” -Tere Liye 

Terharu! Inilah kata pertama saat menerima bingkisan ini. Makasih Mba Dewi dan Nunung buat hadiah wisudaku 🙂 Sangat berkesan dan aku banyak mengambil pesan dari buku ini, dan memang dari dulu aku ingin memiliki buku karya Tere Liye tapi nggak sempat beli di Gramedia Depok, hehehe… Maklum sibuk cyiin :p 

Entah kenapa Nunung memilih judul ini untukku. Ya, “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”… seenggaknya menggambarkan perasaanku saat itu, dan itu tertuang semua dalam novel ini, walaupun kasus kita berbeda, tapi intinya mengikhlaskan orang yang kita sayangi untuk menyayangi orang lain sepenuh hati. Kata-kata yang dituangkan Tere Liye sangat sederhana hingga aku terhanyut dalam tiap kalimatnya. Indah dan syarat sastra, bahasa kiasan dan bahasa lugas bercampur tanpa menghakimi satu dengan yang lain, mengalir dan berpadu saling berirama, inilah yang aku suka saat membaca novel karyanya. 

Quote dari Tere Liye yang aku suka dan menjadi motivasi-ku saat ini 🙂

“Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus dimengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.” -Tere Liye

“Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”  -Tere Liye

“Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.” -Tere Liye

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.” -Tere Liye

“Kebahagiaan adalah kesetiaan, setia atas indahnya merasa cukup, setia atas indahnya berbagi, setia atas indahnya ketulusan berbuat baik” -Tere Liye

“Hanya orang-orang dengan hati damailah yang boleh menerima kejadian buruk dengan lega.” -Tere Liye

“Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan.” -Tere Liya

“Sepanjang kita yakin telah melakukan sesuatu dengan baik, selalu belajar untuk lebih baik, terbuka dengan masukan, rasa nyaman dan tenteram itu akan datang. Kemuliaan hidup tidak pernah tertukar.” -Tere Liye

“Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.” -Tere Liye

“Tidak ada yang pergi daripada hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan” -Tere Liye

“Terkadang kesedihan memerlukan kesendirian, meskipun seringkali kesendirian mengundang kesedihan tak tertahankan.” -Tere Liye

“Cinta itu jangan dipaksakan, jangan diburu-buru karena nanti kita yang akan merusak jalan ceritanya sendiri.” -Tere Liye

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri.” -Tere Liye

***

Luka. Sedih. Khianat. Bohong. Sakit. Semuanya akan sirna biarlah waktu yang menghapusnya, perlahan-lahan tapi pasti. Ikhlas dan memaafkan yang harus digenggam. Boleh kita tidak terima dan kecewa, itu alamiah, karena kita manusia punya hati yang berperasaan. Tapi janganlah sampai terhanyut lalu tenggelam 🙂

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

7 thoughts on “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Maafkanlah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s