Posted in Jejak Pelangi

Komunitas ASEAN 2015, Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Tahu Maka Tak Peduli

Setiap melewati kantor ASEAN di Jakarta, terselip doa suatu hari aku bisa menjejakkan kaki di dalam dan berkontribusi di sana. Walaupun sekarang cita-cita kecil itu belum kesampaian, tetapi setidaknya aku bisa berkontribusi lewat tulisan dan bermanfaat bagi kawan-kawan yang membaca artikel-ku ini.

Nggak usah muluk-muluk, dari hal paling kecil sesuai dengan judul di atas. Tak kenal maka tak sayang, tak tahu maka tak peduli. Saat ini yang dibutuhkan ada kepedulian dan pengenalan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, bukan hanya lapisan sosial atas maupun kaum cendekiawan, tapi fokus pada masyarakat lapisan sosial tengah dan bawah. Mungkin kita nggak terlalu kaget kalau ada pasar asing masuk ke negara kita, kita punya penghidupan yang layak.

Bagaimana dengan tukang becak? Penjual sayur? Buruh? Mereka nggak tau apa yang terjadi, misalnya kenapa pasar tradisional tergeser oleh pasar modern. Bisa jadi mereka kaget dan nggak tau harus berbuat apa. Maka hal ini diperlukan sosialisasi dan pendekatan dengan komunikasi yang mereka mengerti dengan kegiatan dan acara yang sederhana tapi bisa mereka tangkap maknanya.

Eko5vHAGrT

Menjelang Komunitas ASEAN 2015 dengan integrasi kontruksi berbasis kerakyatan, inilah saatnya pemuda Indonesia bergerak maju bersama-sama, membantu pemerintah untuk menyalurkan ilmu kita semua kepada masyarakat kecil, menyatukan pemahaman untuk kekokohan menghadapi Komunitas ASEAN 2015.

Komunitas ASEAN 2015. Komunitas ASEAN 2015. Komunitas ASEAN 2015. Selama ini kita menggembor-gemborkan kata-kata ini. Lantas apa artinya? Apakah semua masyarakat sudah memahaminya? Negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara dan tergabung dalam organisasi ASEAN akan ber-“integrasi” alias bergabung dan bersatu menjadi organisasi yang solid, membangun kebersamaan untuk satu tujuan, mendorong kekompakan dan saling peduli antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Perlu diingat, Komunitas ASEAN 2015 nggak hanya sekedar penyatuan warga ASEAN, tapi sebuah medan pertandingan kualitas antara “Kita-Indonesia” dengan 9 warga negara lainnya , jangan sampai kita hanya jadi pelengkap sebuah perlombaan. Seperti lomba lari, siapa yang nggak punya motivasi, latihan jarang, faslitas kurang pastilah kalah.

Nah, kita (red. Indonesia) nggak mau kalah kan dalam perlombaan ini? Sebelum Komunitas ASEAN 2015 benar-benar di depan mata, sekarang saatnya kita membangun motivasi, melatih diri dan komunitas serta masyarakat Indonesia, melengkapi dan memperbaiki fasilitas yang kurang hingga akhirnya kita siap. Setuju, kawan?

Sekarang kita udah tahu apa itu Komunitas ASEAN 2015 secara umum. Selanjutnya, kita perlu mengetahui pilar dari Komunitas ASEAN 2015, yaitu

1. Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN.

ASEAN-Political-Security-Community

Dengan terbentuknya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN bisa mengatasi segala permasalahan yang terjadi di negara ASEAN terutama masalah politik dan keamanan. Misalnya kasus perselisihan tapal batas antara Indonesia dan Malaysia, keamanan laut di Selat Malaka sebagai jalur perdagangan laut internasional yang  rawan pembajakan, sampai masalah ancaman teroris.

Jadi, adanya Komunitas ASEAN 2015 masalah-masalah keamanan dan politik di atas mendapatkan solusi terbaik supaya kedamaian dan keamanan tercapai, setidaknya meminimalisir permasalahan tersebut.

2. Komunitas Ekonomi ASEAN

ASEAN-Economic-Community

Dengan terbentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN bisa memperkuat kawasan ekonomi antar negara ASEAN. Jangan sampai kasus krisis ekonom seperti di Indonesia tahun 1997 terulang lagi. Tantangan untuk Indonesia adalah menerima “terciptanya kawasan pasar bebas ASEAN”. Persaingan produk dan jasa antar negara ASEAN akan diuji coba di sini. Kualitas produk yang baik dan produktivitas SDM yang lebih bermutu dan mampu bersaing dapat bersaing dalam kawasan pasar bebas ASEAN.

Bisa jadi nanti setelah diberlakukan, warga negara lain yang masih tergabung dalam ASEAN bisa dengan leluasa bekerja atau memasarkan produknya ke negara lain di kawasan Asia Tenggara. Misalnya aku sebagai warga negara Indonesia ingin kerja di Singapore nggak perlu pakai paspor atau visa kerja, cukup datang membawa kelengkapan kerja. Itu untuk individu, sedangkan produsen yang memproduksi barang akan lebih leluasa masuk ke Indonesia, nantinya akan ada swalayan Thailand, Myanmar, atau Vietnam yang tentunya akan bersaing dengan produk sejenis di Indonesia.

3. Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN

ASEAN-Socio-Cultural

Dengan terbentuknya Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN bisa menciptakan masyarakat yang beradap, toleransi antar negara ASEAN, menciptakan rasa persaudaraan lebih kuat dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan antar negara ASEAN.

Siapapun kita, warga negara apapun kita, selama masih dalam negara ASEAN, “Kita adalah Saudara, kita adalah warga ASEAN!” Nggak ada lagi saling hina antar warga ASEAN yang sempat terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Jadi mulai sekarang STOP saling menghina dan mencela, karena kita adalah saudara, satu identitas yaitu warga ASEAN.

Adanya Komunitas ASEAN 2015, permasalahan sosial budaya seperti kasus klain budaya antar bangsa sudah nggak ada lagi alias nggak jaman mencuri budaya negara lain, lha wong kita satu saudara dan satu wilayah ASEAN. Harusnya saling mendukung kalau bisa saling melengkapi dan membuat  budaya itu lebih dikenal dunia. Rencananya semua warga negara ASEAN akan memiliki kartu identitas semacam KTP ASEAN. Malu dong, sesama warga ber-KTP ASEAN saling cela, hina, dan menjatuhkan. Iya kan?

Gimana, kawan-kawan? Sudah sedikit jelas kan tentang apa itu Komunitas ASEAN 2015? Setidaknya apa yang akan terjadi? Pilar apa saja yang mewakili dari Komunitas ASEAN 2015? Mulai dari Komunitas Politik dan Keamanan, Komunitas Ekonomi, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.  Setidaknya kita mengetahui istilah Komunitas ASEAN 2015 dan ilustrasi apa yang akan terjadi.

Untuk menyongsong Komunitas ASEAN 2015 yang terintegrasi berbasis kerakyatan apa yang bisa kita lakukan? Karena kurang 2,5 tahun lagi kita akan sampai pada Komunitas ASEAN 2015.  Menurut I Gusti Agung Wesaka Puja, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementrian Luar Negri menjelaskan bahwa masyakarakat Indonesia mulai jenuh dengan barang murah (produksi Cina), hal ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan produksi dalam negri dengan membuat inovasi produk karya anak bangsa. Tantangannya adalah mindset masyarakat khususnya pelaku usaha, sinkronisasi program dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah),  lemahnya infrastruktur, pelaku usaha yang nggak tertarik bersaing dengan pasar di luar Indonesia, terbatasnya jumlah SDM, birokrasi yang belum efisien, lemahnya koordinasi dan belum berpihaknya pada pebisnis.

Dari kelemahan-kelamahan ini kita nggak perlu minder atau takut bersaing di Komunitas ASEAN 2015. Hal ini menjadi tantangan untuk kita, mencari peluang dicelah kelemahan yang kita punya, yaitu STRATEGI. Ya… kita harus membuat strategi yang harus dipikirkan dari sekarang. Bukan hanya satu strategi saja tetap strategi dengan beberapa perencanaan.

Kita membentuk “NKRI Community Goes to ASEAN Community 2015”. Sebentar lagi PEMILU 2014 jadikan ini sebagai penguat kepemimpian bangsa Indonesia bukannya saling menjatuhkan kandidat, pilih kandidat terbaik dari berbagai aspek bukan dari tampilan semata tapi dari kinerja serta mental dan moral yang baik. Pemilu 2014 merupakan alat pemersatu bukan sebaliknya.

Meningkatkan peran Pemimpin Daerah supaya lebih aktif, inovatif, dan interaktif. Gubernur bukan hanya kepala daerah, tetapi Wakil dari Pemerintah Pusat. Pemerintah Daerah memiliki peranan besar untuk mensosialisasikan Komunitas ASEAN 2015. Untuk saat ini perlu sekali Instansi Pemerintah Daerah untuk diberikan bekal pemahaman dan kepedulian terhadap persiapan apa yang akan dilakukan untuk menyongsong Komunitas ASEAN 2015.

Dengan bantuan DPRI dan DPD memastikan kesepakatan Komunitas ASEAN 2015 tidak merugikan rakyat Indonesia, seperti penyuluhan ke daerah atau desa-desa di seluruh Indonesia, mengajak para mahasiswa atau pendidik untuk mensosialisasikan kepada mereka. Untuk peserta didik seperti murid SD, SMP, SMA hingga Mahasiswa diberikan semacam Seminar dan Workshop atau Studi Kasus, bukan hanya mendengarkan apa itu Komunitas ASEAN 2015 tapi mereka diberikan waktu untuk menyelesaikan studi kasus dengan cara sederhana dan menyenangkan, bahasa yang gampang dimengerti, dan tidak bertele-tele.

Sedangkan dari para pebisnis lokal, pekerja, dan ibu rumah tangga bisa diberikan bekal dengan konsep “Word of Mouth”. Karena di daerah atau desa, lebih cepat menyerap informasi dengan konsep ini daripada melakukan seminar di kantor desa. Misalnya kita membuat tokoh ASEAN yang diikuti oleh mahasiswa yang sudah dipilih dan disebar di seluruh Indonesia atau mahasiswa setempat, mereka berkumpul bersama warga mengobrol biasa dengan menyelipkan informasi Komunitas ASEAN tersebut, karena kesan informal itu yang mendekatkan tokoh dengan warga sekitar.

Dari segi ekonomi, tiga sektur industri yang menjadi fokus Komunitas ASEAN 2015 adalah kerajinan, fashion, dan makanan.  Sedangkan fashion dan kerajinan mendominasi kontribusi ekonomi nasional baik dari segi nilai tambah, tenaga kerja, jumlah unit usaha dan ekspor. Nah di sini kata kunci-nya, tiga subsektor ini bisa kita kembangkan. Dengan aja perlombaan seperti ide bisnis bagi pemuda bangsa Indonesia dari seluruh Indonesia bisa mengembangkan inovasi baru dari ketiga sub sector ini sehingga kita bisa mengembangkan dari sekarang.

Dan yang terakhir dari segi sosial dan budaya, kita tanamkan budaya sejak TK, dibikin kurikulum baru pengenalan budaya Indonesia dan pengembangan industri kreatif yang bisa dipadukan dari segi ekonomi. Adanya program K2N dari berbagai Universitas yang mengirimkan tenaga didik mahasiswa ke seluruh wilayah pelosok Indonesia bisa diselipkan informasi Komunitas ASEAN 2015, dibuat kurikulum mengenal budaya Indonesia dan mengembangkan budaya yang ada dengan konsep akulturasi dan asimiliasi.

Semoga penjelasan Komunitas ASEAN 2015 dan persiapan-persiapan dari berbagai sektor bisa membantu Kemenlu dan Instansi Pemerintah untuk lebih peka dan cepat tanggap. Nggak cuma itu saja, buat kawan-kawan yang sudah membaca, mohon di-sebar-luas-kan ya informasi ini ke keluarga, kerabat, dan yang lainnya. Mari kita songsong Komunitas ASEAN 2015 dan Komunitas Blogger ASEAN sebagai penggerak informasi dengan persiapan matang! Go Fight Win!

Eits… belum kelar, biar makin ingat dan meresap, yuk kita lihat video Komunitas ASEAN 2015. Dengan desain animasi video yang lucu, bisa diperlihatkan juga ke anak-anak TK, SD, SMP, dan SMA juga lho 😀 Makin banyak kamu share artikel ini, makan besar kesempatan warga Indonesia yang tahu dan peduli. Kalau udah kenal maka akan sayang kan 🙂

Referensi :

http://asean.gunklaten.com/2013/06/Pengertian-Komunitas-ASEAN-2015.html

http://international.okezone.com/read/2013/06/20/411/824949/indonesia-harus-kerja-keras-hadapi-komunitas-asean

http://international.okezone.com/read/2013/06/20/411/824973/rakyat-indonesia-masih-awam-asean

http://www.setkab.go.id/berita-8416-komunitas-asean-2015-presiden-berhenti-katakan-tidak-lets-do-something-together.html

http://dunia.news.viva.co.id/news/read/422442-sosialisasikan-komunitas-asean–kemlu-incar-pemuda

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

15 thoughts on “Komunitas ASEAN 2015, Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Tahu Maka Tak Peduli

  1. Indonesia sebagai negara terbesar dan terkaya? dari semua anggota ASEAN yang lain, jangan kalah dari singapura, thailand, malaysia dll, baik dari segi stabilitas poltiki, ekonomi sampai kreatifitas. Merdeka!

    1. Makasih Bang Harun udah mampir 🙂 Iya Bang, aku setuju Indonesia sebagai negara terbesar dan terkaya, nanti aku posting artikel setelah ini kalo sebenernya Indonesia itu kaya banget dan bisa jadi jantung dunia.
      Nah itu dia kita harus memperbaiki dari segi stabilitas politik, ekonomi, dan sosial budaya. Udah siap Bang menghadapi Komunitas ASEAN 2015?

  2. waaaaaaaaaaaahhhh tulisannya bermanfaat banget nih! Nambah wawasan plus ngebuka mata mengenai komunitas ASEAN ini. Nice work! Semoga cita-cita kamu bisa berkontribusi buat ASEAN segera tercapai ya pelangi. Good luck! :*

    1. Halo Nitha makasih ya udah mampir ke blog pelangi 🙂
      Alhamdulilah kalo tulisannya bisa bermanfaat. Iya kita mulai dari hal kecil dulu apa komunitas ASEAN itu baru deh kita bisa berpartisipasi dengan konsep people centered. Ya kan? 🙂
      Amiinn… makasih doanya 🙂

  3. Penulisan yang mengalir, sederhana, lugu, dan ceria. Dengan membaca sekilas, kita mengerti apa itu Komunitas ASEAN 2015. Yang terpenting penanaman istilah dan seperti apa nantinya Komunitas ASEAN 2015 sebelum strategi yang berbelit-belit. Judulnya pas banget! Semoga sukses 🙂

    1. Makaciihhh udah mampir, a :*
      Semoga bermanfaat, ayo sebarkan artikel ini biar makin banyak orang tahu Komunitas ASEAN 2015 dan tau gimana strategi sebelum hari-H itu tiba. Hehehe 🙂

  4. Keren kak Beta bikin tulisannya.
    To the point tapi juga dijelaskan dengan terperinci. Nanti coba Atih kasih tahu temen-temen di Sumedang, bantuin buat penyebaran informasi, biar makin banyak orang yang tahu. Iya, kan? 🙂
    Semoga menang!

    1. Makasih Ratih sudah ammpir ke blog pelangi 🙂
      Wah, ide bagus tuh, kamu bisa obrolin tentang Komunitas ASEAN bareng temen-temen kerjamu, selain penyampaian informal dengan bahasa yang mudah jadi orang akan cepat tanggap 🙂

  5. Setuju sama pendapat kamu, kadang nggak semua lapisan mendapatkan sosialisasi itu. Cuman formalitas aja strategi-nya ini itu tapi dijalankan belum tentu.
    Tapi strategi yang kamu gunakan simple, semua orang bisa jadi agen sosialisasi itu, salut sama ide cemerlangmu. Semoga Indonesia tahun 2015 udah siap dari segi perekonomian, pemerintaha, sosial budaya dan seluruh lapisan masyarakatnya.

    1. Yup, dari hal simple bisa lebih berpengaruh daripada hal besar tapi nol pelaksanaannya. Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat semua ya 🙂
      Makasih udah berkunjung ke blog pelangi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s