Posted in Celoteh Pelangi, Opini Sang Pelangi

Pengalaman Unik Naik Vespa di Jalanan Ibu Kota

Selamat menikmati weekend yang menggemaskan. Kenapa menggemaskan? karena cuacanya panas banget nih, trus nggak ujan-ujan Depok. Jadi mau tidur seharian gerahnya kebangetan padahal udah nyalain kipas angin. Alhasil aku isi buat cari makan siang sekalian ngenet deh. Hehe.

Kali ini aku mau cerita pengalaman unikku kemarin sore. Ceritanya aku mau bawa Gannia, vespa putihku ke bengkel, buat ganti mesin biar tokcer. Nah, karena posisi Gannia ada di Antasari, Jakarta Selatan, sehabis pulang dari kantor langsung deh menuju Blok M dan bawa Gannia ke Depok. Posisinya mesin Gannia mati, sebenarnya bisa nyala tapi ya gitu nggak lama mati nyala mati gitu. Karena temen aa pada sibuk, akhirnya hanya aku dan aa yang bawa Gannia. Aa bawa vespa birunya, namanya Jagur dan aku bawa vespa putihku. Vespa putih ini di-step a.k.a di-engkol a.k.a di-stut kalo nggak ngerti istilahnya ya, semacam di dorong sama vespa lain yang mesinnya nyala dari belakang.

1231550_10202162192319290_1301790888_n

Start rute kami adalah dari depan Kemang Village, lurus jalan Antasari mentok ke kiri menuju perempatan lampu merah Trakindo, lurus lagi menuju perempatan lampu merah ragunan yang lama banget, lurus ke arah flyover TB Simatupang, belok kanan di bawah kolong dan masuk ke gang perumahan, lewat rel TB Simatupang, lanjut ke Tanjung Barat, Lenteng Agung dan Depok. Pertama kali bawa vespa dalam keadaan mati, karena effort-nya lebih gede! Capek dan pegel. Hehe. Apalagi jalanan Jakarta yang kayak gunung, naik nanjak dan turunan di setiap titik yang aku lalui, nggak cuman itu ditambah macet dan hujan deras kemarin di wilayah Tanjung Barat.

Kalo dipikir-pikir, ternyata aku adalah wanita perkasa. Hahaha, walopun badan kecil, tapi bisa bawa vespa dari Jakarta sampai Depok :p Kalo mesin nyala sih masih mending yak, ini nggak sama sekali, jadi sesekali dorong, trun didorong sama satu kaki, dan kebanyakan di-stut dari belakang sama vespa si aa. Pokoknya kemarin sore bikin heboh jalanan deh, Hahaha… pake acara si aa teriak-teriak, “dd… jalanin vespanya yang lurus dong, jangan terlalu ke kiri, jangan ngerem dong, nanti aa bilang ngerem baru ngerem deh, blablabla”. Ya… iyalah panik, mana jalanan macet, dan motor-motor di jalan jalaninnya pada seenak jidat semua. Belum lagi jalanan nanjak, yang bikin ngos-ngosan. Tapi kalo udah jalan turunan sih lega cuuusss.

Medan paling terjal adalah dari perempatan lampu merah trakindo ke perempatan lampu merah ragunan. Kenapa? jalanannya nanjak dan macet. Tapi uniknya, motor-motor yang lalu lalang, entah kenapa pada ngelihatin gitu, kata si aa sih, tadinya mau marah-marah bikin macet tambah macet, tapi pas tahu yang nyetir vespa seorang cewek, ahaii… langsung nggak jadi marah.

Ujian ini nggak berhenti sampai di sini, masuk ke kolong TB Simatupang, ujan deres dong. Karena BT capek banget, nekat aja dorong ditengah ujan deres. Awalnya tadi pake masker wajah karena geras dan ujan, ya udah dibuka deh. Jeng..jeng.. jadi kelihatan jelas muka-ku sebagi seorang gadis! Trus pas ngelewatin rel kereta TB Simatupang, entah kenapa motor-motor yang lain pada bantuin aku gitu, ikutan nye-step vespaku. Trus mobil-mobil juga nggak rese, dia ngasih jalanan gitu. Tapi yang bikin kocak ada anak-anak SMP gitu banyak dipinggir jalan, pada melambaikan tangah teriak “Wiihhh cewek naik vespa. Dadaaaahh” hahaha.

Entah kenapa kalo udah masuk Tanjung Barat – Lenteng Agung udah lega banget, karena jalanannya datar gak naik turun kayak jalanan di Antasari – TB Simatupang. Ya walaupun macet sih, tapi kalo dorong itu nggak ngos-ngosan. Sebenarnya aku sama sekali nggak berani naik motor (bebek ataupun matic) di jalanan ibu kota, kenapa? karena medannya terjal dan serem aja ngelihat motor suka nabrak atau ditabrak. Tapi setelah kejadian kemarin sore, saat aku bawa Vespa, ketakutan itu memudar. Ketika aku bawa Vespa, motor-motor dijalan menghargai keberadaanku dan nggak rese 😀 Cepet sembuh ya Gannia, nanti aku jual kamu dan ganti Vespa PTS yang lebih kecilan. Hehehehe.

Advertisements

Author:

I enjoy writing, capturing pictures, learning new things and online media. I am a person who always want to increase my knowledge by continue learning, being creative and thinking out of the box, a hard-worker, responsible, full of spirit, cheerful, discipline and committed. Specialties Writing, Blogging, Photography, Online Journalits, Creative Concept, Research, Social Media Planning and Contents, Entrepreunership, Web editorial, Web Content

4 thoughts on “Pengalaman Unik Naik Vespa di Jalanan Ibu Kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s