Posted in BetaVlog, Celoteh Pelangi, Daily Life, Traveling

Wahana Menantang di Suroboyo Carnival

Surabaya oh Surabaya….
Terakhir ke sana saat acara sekolah, karena diundang baca puisi acara ESQ. Kesan pertama adalah gerah a.k.a abis mandi bukannya seger malah keringetan. Hehehe. Dan diberi kesempatan mampir ke kota ini tahun ini karena kerjaan dan menyempatkan silaturahmi ke rumah sahabat sekolah.

Penasaran sama Suroboyo Carnival Night Market atau sering disebut Suroboyo Carnival itu mirip kayak Dufan kalo di Jakarta, tapi ini tergolong murah tiket masuknya. Untuk hari biasa Rp 60,000 dan untuk akhir pekan Rp 80,000 dan lansia biayanya hanya Rp 20,000. Di dalamnya banyak banget wahananya dan lumayan lengkap.

Mau tau keseruanku nyobain wahana di Suroboyo Carnival? Cek yuk vlog-ku di bawah ini :

Gimana, seru kan? Kalau berkunjung ke Surabaya, jangan lupa menjelajah Suroboyo Carnival ya. Kalau pengen sepi, kamu bisa cobain dihari kerja, hehehe, kayak aku kemarin. Trus bisa nyobain semua wahana sepuasnya. Tapi didalam ada wahana yang harus bayar lagi seperti Gokart, Tembakan Laser, dll.  Kamu paling suka wahana yang mana nih? Share yuk dikolom komentar di bawah ini 🙂

Posted in BetaVlog, Celoteh Pelangi, Jejak Pelangi, Traveling

Pacu Andrenalin Naik Paralayang di Puncak Bogor

Weekend + Gajian = Travelling.
Tahun lalu pengen banget naik paralayang, tapi baru kesampaian tahun ini. Karena masih mengumpulkan tekad buat melayang di atas ketinggian 1.000 kaki. Akhirnya aku memberanikan diri buat daftar di antara kerumunan warga Arab yang tinggal di Bogor (soalnya kebanyakan yang ngantri orang Arab, pribumi kayak aku bisa dihitung jari euy). Sesampainya di sana langsung disuguhkan pemandangan yang bikin nggak bisa move, hiks!

L1070242

L1070243

Tadinya sempat ke situ di hari biasa, tapi ternyata kena zonk a.k.a penuh sesak dan nggak bisa ngantri karena udah ditutup. Akhirnya memutuskan weekend subuh berangkat dari Depok. Ya, kepagian sih dan belum ada yang jaga malah.  Continue reading “Pacu Andrenalin Naik Paralayang di Puncak Bogor”

Posted in Culinary Review, Daily Life, Traveling

Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok

Assalamualaikum! Apa kabar kawan Pelangi?
Ah, tak terasa sudah masuk di awal April 2016, udah sebulan nggak ngeblog. Maklum lagi sibuk bikin campaign ini itu, nge-create content yang nggak ada kata “sudah”, karena kita hidup harus “terus berjalan” kecuali kalau akhirnya kita berhenti disuatu tempat.

Biar nggak lama-lama lagi, aku mau cerita pengalamanku jalan-jalan ke Lembang! Uwoooo, pertama kali nih, entah kenapa selalu suka sama Bandung dan sekitarnya. Kenapa? Karena di sana udaranya sejuk! Ya, nggak perlu mandi, karena jarang keringetan, haha :p Trus tempat-tempatnya menarik, banyak wisata alam yang cocok buat melepas dahaga memotret. Trus bisa dilaju pulang pergi Depok, ya memang bikin pantat tepos langsung (hahaha, agak lebai sih).

Saranku, kalo musim penghujan, jangan keseringan jalan-jalan. Terutama buat yang hobi motret karena suka hujan tiba-tiba atau mendung yang tak berkesudahan. Kemarin untungnya hujannya malem pas perjalanan pulang, jadi nggak mengganggu acara memotret, tapi ya begitulah cahaya kurang menarik euy 😦

L1030144

Sesampainya di sana, langsung cari tempat makan. Laper, perjalanan jauh. Maklum musafir dari negeri Depok. Hihihi. Maka mampirlah ke sebuah resto bernama “Backyard Kitchen”. Tempatnya klasik, hmmm… sepertinya semua sudut Farmhouse selalu diselimuti bangunan klasik Eropa, jadi seakan-akan kita berada pada ribuan tahun yang lalu. Suasana di resto ini juga menarik, banyak spot yang bisa buat motret, makanannya juga menarik. Karena kalap aku pesan Spaghetti dan Salad Buah.

L1030110

L1030111

L1030106

L1030107

Paling suka sama Salad Buah-nya Backyard Kitchen, soalnya buah yang disajikan seger banget dan ada kismisnya. Love! Harganya sendiri kebanyakan di atas Rp 40.000. Tapi sesuai-lah harga dengan rasa, Setelah kenyang, maka kita lanjutkan jalan-jalan keliling Farmhouse. Tapi sebenernya di luar udah mendung tuh, agak was-was kalau hujan gede tapi belum sempat foto (aduh, generasi instagram lebih mentingin foto ya daripada kehujanan).

L1030114

L1030116

L1030121

L1030127

L1030128

L1030126 Continue reading “Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok”

Posted in Tips & Tricks, Traveling

6 Foto Wajib Saat Berkunjung ke Tepi Pantai

Assalamualaikum 🙂

Salah satu slogan tahun 2016 favoritku adalah “Work Smart, Play Every Weekend”. Ya, kerja boleh menggebu-gebu, idealis, tapi hidup cuman sekali, jadi nggak ada salahnya buat memanjakan pengalaman hidupmu. Awal tahun ini, mencoba traveling naik vespa (lebih tepatnya dibonceng, soalnya belum berani naik vespa sendirian di jalan pegunungan yang berkelok-kelok) menuju Sukabumi, Jawa Barat!

Perjalanan ditempuh sekitar 5 jam dari Depok ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Hal yang menyenangkan adalah ketika melewati tempat-tempat baru yang sejuk dan syarat keindahan di kanan kiri jalan. Kita mencoba jalan alternatif yang melewati kebun kelapa sawit dan hutan jati, nggak cuman itu jalan berkelok, naik turun, seru banget!

L1000206

L1000219

L1000221

Tetapi kalau udah malem, jangan coba-coba lewat jalan ini apalagi saat hujan turun, licin dan rawan longsor. Kalau matahari masih terlihat monggo silakan lewat jalur alternatif ini, karena kamu akan tertakjub-takjub, rasanya ingin turun dari motor atau mobil dan jogging melewati track ini. Jalan alternatif ini melewati beberapa wisata air seperti Arus Liar. Sebelum ke pantai mau nyobain arung jeram, bisa mampir ke situ. Sebenernya banyak pilihan wisata air ini, tapi yang aku inget cuman itu :p Hehehe.

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya sampai Pelabuhan Ratu, Sukabumi! Tepos, tepos deh pantat, duduk 5 jam di jok motor. Tapi rasa lelah terbayar karena bisa melihat laut, yang aku impikan semenjak pertengahan 2015 yang lalu dan kesampaian sekarang. Ternyata banyak banget tempat-tempat yang menyuguhkan pemandangan laut, kita tinggal pilih, dan bayar tiket masuk dan parkirnya.

Tujuan akhir jatuh pada “Rekreasi Wisata Karang Kobeng – Tanah Milik”. Karena sebelum menentukan pilihan, aku melihat lokasi-lokasi yang nggak biasa, artinya nggak banyak terjamah orang dan biasa aja. Karang Kobeng ini letaknya nggak banyak orang tau, karena gerbang-nya seperti rumah, jalan kecil. Dan kita cuman ditarik tarif parkir Rp 5.000 saja untuk kendaraan roda dua.

Nah, sesampai di tepi pantai, ada 5 hal wajib yang harus kamu lakukan untuk memenuhi hasrat kenarsisan-mu :p
1. Foto batok kelapa yang keseret ombak. Ya, karena pantai identik dengan pohon kelapa, biar terkesan dramatis, kamu bisa foto batok-nya dengan background desiran ombak yang mengayun (nah lho, gimana tuh cara capture-nya?)

L1000229

2. Jalan di tepi pantai ala FTV gitu. Kalau bisa jalan-nya jangan sendirian ya, aja temen atau pasanganmu. Kalo nggak ada, ya udah nggak papa, jalan sama bayanganmu aja :p

L1000249

3. Tulis nama-mu di pasir tepi pantai. Rasakan serunya ketika udah cape-cape nulis, baru mau motret hasilnya udah kesapu sama ombak. Kalau kamu bakal tulis nama siapa? Nama sendiri? Nama Pacar? Nama Gebetan? Nama Mantan? atau Nama Pacar Orang? :p

L1000270

4. Masih inget nggak, kalau kalo kita lagi nggambar di bangku SD, apalagi nggambar tentang pantai, pasti ada pohon kelapa tepi pantai. Kalau gitu jangan lupa difoto juga ya. Itung-itung nostalgia zaman kecil 🙂

L1000334

5. Loncat kegirangan di atas pasir pantai. Sebenernya ini bukan kegirangan tapi kepanasan, karena aku sampai di sana pas siang hari di mana matahari ada diubun-ubun, dan seketika pasir menjadi mendidih >.<

L1000371

6. Berjalan di tengah batu karang memandang ke belakang dan biarkan siluet bayangan yang menjadi center utama fotomu dan pemandangan yang menjadi cerita,

L1000389

Trend foto 2016 bakal diprediksi tidak akan terlalu mengekspose muka, tetapi lebih ke story yang ada di dalam foto tersebut. Jadi, bikin cerita liburanmu lewat foto yang mengesankan.

Hal yang paling mengesankan melakukan perjalanan PP Depok-Sukabumi 10 jam adalah vespa sempat mogok, karena CDI listriknya ilang, jadi enggak bisa diengkol, dinyalain nggak bisa. Udah diutak atik spuyer-nya, mesin-nya, ternyata kabel-nya yang putus. Wasalam deh. Di daerah sana, banyak banget vespa anak muda seliweran, cuman ngeliatin, nggak mau bantuin. Tapi nggak papa, kita yakin pasti ada penolong. Ada beberapa sih yang singgah, nanya kenapa, ikut coba bantu, ikut ngeliatin tapi nggak bisa bantu. Menjelang magrib, ada mas-mas (sekitar 30-an) melipir dan nanya mogok kenapa. Trus dia coba bantu nyetep ke atas dan beli kabel di bengkel vespa. Ternyata nggak cuman kita, banyak vespa mogok yang dari mau ke Sawarna, karena jalanan nanjak banget.

Setelah beli kabel, vespa diutak atik lagi, butuh sekitar 1 jam lebih dan akhirnya nyala! Alhamdulilaaahh pulaaaanggg :’) Oia namanya mas Riki, dia juga seneng akhirnya bisa bantu. Pas, mau dikasih uang, karena udah bantuin banyak banget, mulai nganterin ke ATM, nyetep vespa yang super berat body-nya (PS150), nganterin ke bengkel, bantuin sampe kabel bener, padahal dia lagi disuruh istrinya ke ATM ambil duit dan diteleponin melulu. Sedihnya, Mas Riki nolak pemberian terima kasih kita, katanya dia ikhlas bantunya. Duh Mas, kamu baik hati banget, semoga Allah memberi rejeki lebih untukmu dan keluargamu. Amin!

Ya, perjalanan bukan sekedar foto-foto, buang sampah sembarangan, tapi resapi setiap pengalaman yang kamu alami ketika menjelajah hal yang baru. Hidup itu cuman dua jenis, senang atau sedih. Dan, untungnya kita di dunia nggak cuman disuguhkan kesenangan, tapi juga kesedihan (dalam artian, ada ujian, cobaaan, rintangan menghadang tak jadi beban pikiran, uhuii). Habis rintangan menghadang, terbitlah keriangan.