Posted in Jejak Pelangi

SCROUND BITES 2009 “SUKSES, SURPLUS, RAME”

Huaa… lama nih nggak nge-posting cerita-cerita seruku. Maaf ya teman-teman, soalnya aku lagi sakit (kena gejala tifus dan maag). Mohon doanya ya semoga lekas sembuh. Aminn…

Sekarang aku mau cerita nih tentang acaraku bersama teman-teman Departemen Seni Budaya BEM FISIP UI yang tergabung dalam kepanitiaan Scround Bites 2009. Alhamdulilah acaranya berlangsung meriah dan slogan kita adalah “SUKSES SURPLUS RAME!!!” tercapai dengan mulus. Apa sih Scround Bites itu?? Pasti kalian bertanya-tanya dunk, pasti baru denger sekarang kan?!?

Scround Bites 2009 kepanjangan dari Screen and Soun Bites. Acara ini sudah tiga kali dilaksanakan tiap tahunnya dan merupakan program kerja dari Departemen Seni Budaya BEM FISIP UI. Kali ini kita mengambil tema “Inspiring In Art” dengan mengambil dua bidang yang digemari oleh anak muda zaman sekarang, yaitu fotografi dan musik.

DSC00327

Seminggu sebelum hari H, panitia Scround Bites mulai memasang Baliho di depan stasiun Universitas Indonesia (UI). Baliho kita paling mencolok sendiri karena warnanya yang berani, MERAH MARUN. Hohohoho \^_^/  Acara ini dilaksanakan dua hari yaitu 31 Oktober – 1 November 2009 yang terpisah di hari pertama untuk workshop fotografi dan hari kedua music clinic. Tema workshop fotografi adalah “Infrared Photography Dreamlike Colours” dan tema music clinic adalah “Breaking The Secret of Music Career”.

Nggak kalah seru deh sama acara-acara musik dan fotografi yang lainnya. Kita mengangkat isu yang berbeda dan belum pernah dibahas di seminar-seminar seperti ini. Pembicaranya juga nggak kalah menarik. Seperti Harlim seorang fotografer yang memilih fotografi sebagai sarana keluar rutinitas pekerjaanya. Dia menggunakan kamera digital filter wheel tahun 1989 untuk keperluan industri. Di dunia fotografi dia juga dijuluki “Bapaknya Infrared Camera”.

Isi dari workshop fotografi meliputi : apa itu infrared photography, perbedaan infrared camera dengan menggunakan film kamera analog dan digital serta pengaruhnya terhadap hasil foto, bagaimana cara mencetak foto untuk menghasilkan warna yang berbeda melalui editing process yang berbeda, dan bagaimana cara mengoprek kamera biasa menjadi infrared camera. Seru kan!!! Selain itu Harlim sendiri yang mempraktekan cara mengoprek kamera biasa menjadi kamera infrared.

Selain itu nggak kalah menarik dengan music clinic di hari kedua karena pembicara lebih banyak dan menarik. Ada Gilang ramadhan, Perry Parikesit, Yeppy Romero, Dwiki darmawan, Farabi all stars,dan  Franky “Tiga Mawarnih” Sadikin. Yang membuat penonton terkesima saat mereka mempraktekkan keahlian di bidang musik saat “Jamming Session”. Keren abis!!!

Alhamdulilah acaranya sukses abis, ramai, dan surplus tentunya. Hohohoho… Ini adalah pengalaman pertama membuat sebuah acara seni yang besar. Apalagi pembicara-pembicara papan atas juga tidak mengalami hambatan. Aku juga banyak belajar dari sini, belajar berorganisasi, belajar bekerja sama, dan saling memback-up satu dengan yang lain.

Sebelumnya makasih buat kestariku tercinta (Astrid Permata Leona), sudah bersusah-susah mendengarkan curhatku, menemaniku membuat proposal, surat-surat, dan notulensi, makasih juga buat PJ Konsumsi (Magneta Nan P), maaf ya kalau ditekan-tekan terus karena pengeluaran membengkak, tapi makasih banget kita nggak ada yang kelaparan, senior-senior Komunikasi 2007 yang rela menjadi panitia Scround Bites 2009 dengan menunjukkan potensi-potensi yang dasyat. Emang nih, Komunikasi UI nggak ada tandingannya. Hohohoho… narsis terhadap jurusannya. Dan nggak lupa untuk keluarga besar Senbud (Kak Sora, makasih ya kak udah ngaterin naek motor bolak balik ke rental buat ngeprint sertifikat) dan BEM FISIP UI. I luph u full ^_^

DSC00328

(Baliho Scround Bites 2009 emang beda dan paling mencolok)

DSC00364

(Inilah Sekretaris Umum Scround Bites 2009, kecil mungil menggemaskan.. hohohoho…) Continue reading “SCROUND BITES 2009 “SUKSES, SURPLUS, RAME””

Posted in Jejak Pelangi, Opini Sang Pelangi

HIJAU FISIP-KU, LESTARI ALAMKU

101_3283-2

Lihatlah bumi ini! Hampir 500 juta hingga 1 milyar kantung plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah kantung plastik itu dibentangkan maka akan membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Setiap tahunnya, sekitar 600 milyar sampai 1 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia, diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Inilah salah satu faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan besar bagi semua warga di Indonesia bahkan kita sebagai mahasiswa harus memikirkan hal tersebut sejak dini, yaitu penggunaan plastik yang semakin meningkat sehingga menimbulkan limbah sampah plastik.

Plastik dan Kehidupan

Pernahkah dalam satu hari saja, kitak tidak menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari polimer sintetik seperti plastik misalnya? Tentu saja tidak. Polimer sintetik tidak pernah lepas dalam kehidupan kita semenjak teknologi masuk begitu cepat. Plastik telah menjadi bagian yang erat dan menjadi kebutuhan primer bagi kita. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, perlengkapan sekolah, perangkat komputer, telepon, kabel, mainan anak-anak, pembungkus makanan sampai klep jantung buatan, semuanya tidak lepas dari campur tangan polimer sintetik.

Perkembangan yang sangat pesat dari industri polimer sintetik membuat kehidupan kita selalu dimanjakan oleh kepraktisan dan kenyaman dari produk yang mereka hasilkan. Bahkan plastik dianggap sebagai salah satu ciri kemunculan zaman modern yang ditandai dengan kehidupan yang serba praktis dan nyaman.

Sejak tahun 1950-an plastik menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Plastik digunakan sebagai bahan kemasan, tekstil, bagian-bagian mobil, dan alat-alat elektronik. Dalam dunia kedokteran, plastik bahkan digunaan untuk menggantikan bagian-bagian tubuh manusia yang sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 1976 plastik dikatakan sebagai materi yang paling banyak digunakan dan dipilih.

Betapa besar peran plastik dalam kehidupan kita, bahkan sehari saja kita tidak bisa terhindar dari mengkonsumsi plastik. Jika kita tidak memulai untuk mengurangi konsumsi plastik dalam hidup kita, apakah yang akan terjadi beberapa tahun ke depan?

Plastik dan Dampak Lingkungan

Di balik kegunaannya, plastik mengancam kesehatan kita. Kematian jaringan, kanker hati, gangguan perut, kematian bayi dalam kandungan, merupakan dampak dari penggunaan plastik

Untuk lingkungan, plastik ternyata sangat tidak bersahabat, ia merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami (non-blodegradable). Bahkan, plastik menjadi masalah terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia. Kita membutuhkan 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Saat terurai partikel plastik akan mencemari lingkungan tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan, yaitu jika diproses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa itu sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi. Kantung plastik menjadi salah satu faktor penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air yang mengakibatkan turbin waduk rusak.

Selain itu, plastik juga berdampak negatif terhadap perubahan iklim. Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 200 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksi yang digunakan sampah sangat boros dan tidak ramah lingkungan.

Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca. Ternyata bahan plastik selain berbahaya terhadap lingkungan juga berdampak pada kesehatan manusia. Botol plastik juga berbahaya bagi perempuan karena dapat menyebabkan kanker payudara. Kanker payudara timbul akibat pengendapan hawa panas dari plastik yang bocor yang mengeluarkan racun lalu bercampur dengan air yang kita minum.

Selain itu fakta membuktikan bahwa di Australia tercatat lebih dari 100.000 hewan terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut, dan kura-kura, mati per tahunnya gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik. Hal yang mengerikan terjadi setelah badan hewan yang mati terurai, sampah plastik masih tetap bebas ke alam.

Lakukan Sesuatu. Mulailah dari Diri Sendiri!

Laurel David, yang memproduksi film dokumenter bagi Al Gore menyatakan, untuk menyelamatkan planet bumi ini yang terpenting adalah setiap orang berbuat sesuatu. Mulailah dari diri kita sendiri. Di mana pun kita berada, di rumah, di kampus, bahkan terutama di pusat perbelanjaan, lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia tiap tahunnya.

Mahasiswa harus menjadi agen perubahan bagi lingkungannya. Mulailah dari kampus. Kampus tanpa kita sadari merupakan penyumbang besar sampah plastik. Mulailah dari plastik yang berasal dari cover makalah, beningan (transparasi), dan pembungkus makanan. Langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah tidak menggunakan plastik atau mika sebagai cover makalah atau tugas-tugas kuliah dan mencetak tulisan dengan satu kertas secara bolak-balik ataupun menggunakan kertas bekas.

Tolak Kantung Plastik

Katakan tidak, pada petugas swalayan atau supermarket jika mereka memberikan kantung plastik (berlebihan). Untuk itu, bawalah tas kain setiap kali berbelanja karena tas kain selain awet, kuat, dan praktis juga dapat digunakan berulang-ulang. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Jangan lupa untuk mengingatkan orang-orang di rumah, teman, dan kerabat untuk selalu membawa tas kain saat berbelanja.

Lakukan Kampanye Antiplastik

Masyarakat perlu disadarkan tentang bahaya dan dampak penggunaan plastik. Sebagai mahasiswa yang peduli akan kelestarian lingkungan, upayakanlah untuk menyosialisasikan hal tersebut baik di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. Selain sosialisasi, adakan seminar dan kajian-kajian ilmiah tentang sampah plastik. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya di balik penggunaan plastik tersebut diharapkan timbul kesadaran untuk melestarikan lingkungan.

Ganti Kantung Plastik Menjadi Kantung Kertas

Sosialisasikan penggunaan kantung kertas yang ramah lingkungan pada pengelola supermarket, mall, dan toko buku. Keuntungan dari penggunaan kantung kertas adalah kantung kertas tidak memerlukan waktu lama untuk menguarai secara alami daripada kantung plastik. Negara-negara seperti Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Perancis, Swedia, Jerman, bahkan sampai pemerintah Cina mengeluarkan RUU mengatasi kantong plastik. Bagaimana dengan pemerintah Indonesia?

Hijaukan FISIP Kita

UI yang dikenal sebagai kampus perjuangan rakyat harus memberikan sebuah terobosan dan langkah konkret sebagai bukti kepedulian kita terhadap lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu kampus yang telah menerapkan hal tersebut adalah FISIP, karena di sini kita menerapkan klasifikasi sampah yang dipisahkan berdasarkan bahan dasarnya. Tempat sampah yang terdiri dari tiga tempat yang berbeda warna akan memudahkan mahasiswa untuk membuang sampah yang mudah terurai dan tidak mudah terurai pada tempatnya. Sehingga sampah-sampah yang sulit terurai dan membutuhkan waktu yang lama dapat didaur ulang dan digunakan kembali agar lebih bermanfaat. Selain itu kita juga dapat menggerakkan untuk menanam satu bibit pohon sebulan sekali di daerah sekitar FISIP agar lingkungan terlihat rindang dan sejuk.

Mari kita wujudkan slogan, be agent of cahnge, be green, be FISIP UI!!! Create a green earth, start doing from yourself, invite others with you, minimalize plastic usage!!!!

Referensi

Hadi, Sudharto P, Manusia dan Lingkungan, Semarang: Penerbit Universits Diponegoro, 2000.

Wasesa, Silih Agung, Strategi Public Station, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2005.

http://akuinginhijau.files.wordpress.com/ diakses tanggal 7 November 2008.

http://ilmuwan.wordpress.com/ diakses tanggal 7 November 2008.

http://kapanlagi.com/clubbing/showread.php?t=17579/ diakses tanggal 9 November 2008.

http://greenpeace.org/seasia/id/news/greenpeace-menyerukan-masyarakat/ diakses tanggal 9 November 2008

http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2007-09-02-Sampah-Jakarta,-Pengangguran-dan-Peran-Swasta.html diakses tanggal 12 November 2008

http://www.theargus.co.uk diakses tanggal 12 November 2008

Posted in My Achievement

I Got An Art Scholarship

Siang yang terik di foto kopi “penjara”, aku ketemu Astrid…

“Lagi foto kopi apa, Trid? “

“Buku tabungan, buat beasiswa seni nih! “

“Siapa yang ngadain?emang ada ya?bukannya cuman buat anak D3?beasiswa akademik kan? ” aku mulai tanya panjang lebar. Maklum aku tipe orang yang pengin tahu tapi nggak sok tahu.

“Iyah ada. Tapi untuk S1 itu beasiswa seni dan olahraga “

“Kapan deadline-nya?”

“Besok”

“Hah?!?”

… … …

Ternyata masih ada waktu, aku telpon aja kak Input selaku panitianya. Alhasil aku bisa nyusul. Hohoho…

***

Tes Wawancara di YongMa lantai 2…

Aku dan Atrid menunggu di Sekber. Kita asyik ngobrol sambil menunggu dipanggil untuk interview. Kita sharing tentang hobi yang sama, menulis! Tapi kalo Astrid lebih ke tulisan seperti cerpen, sedangkan aku cerpen lumayan, puisi jago, esai-artikel-karya tulis bagus dan pada tahap peningkatan mutu.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya tes wawancara selesai juga hari ini. Untungnya waktu itu yang meng-interview aku itu kak Batchin!!! jadi aku gak grogi karena aku udah kenal selama “communitii”.

Kita berdoa semoga kita (gw dan Astrid) ketrima beasiswa ini. Amiinnn…

***

01_bahagia

Siang yang cerah…

Sepulang kuliah aku langsung cabut ke asrama. Aku pengin nonton Conan’s Movie yang aku pinjem dari Astrid. Hehehe…sesekali menghibur diri supaya gak bosen belajar.

(bunyi ringtone Ello-Masih Ada) Hpku berdering…

“Selamat ya Beta…!!!!”

“Hah?!? Selamat apa, Trid?”

“Iya, lo lolos dapet beasiswa seni dari BEM-FISIP”

“Ah…yang bener lo?!?”

“Iya, pengumumannya di pampang di selasar deket gedung B”

“Alhamdulilah…makasih ya infonya!”

tut..tut…tut…

***

Allah itu Maha Pendengar…Apa yang aku minta selalu Dia kabulkan…Aku kadang berpikir, apakah aku selalu menuruti apa yang diperintahkanNya?!? Ya Allah…maafkan hamba-Mu ini jika selama ini lalai memegang amanatMu… (T_T)

Keesokan harinya aku dateng ke YongMa buat tanda tangan kontrak dengan BEM-FISIP. Mana aku lupa bawa materai 6000 lagi. Hufff…untungnya kakak panitia beasiswa ini banyak suku cadang materai dan diharuskan membeli 7000 tanpa ada diskon 500 rupiah karena aku anak asrama.

Senangnya!!!!!!

Aku seneng dan bersyukur. Akhirnya aku mendapatkan beasiswa ini. Seni yang gw pilih adalah FOTOGRAFI. Dengan adanya beasiswa diharapkan aku bisa mengembangkan potensi aku dan berkontribusi di lingkungan FISIP khususnya, dan di dunia luar pada umumnya. Sebentar lagi duit beasiswa itu bakal dikirim ke rekeningku. Horeeee…. asyik…asyik..asyik…asyik…!!!! Aku gak perlu pusing nyetak foto yang mahal banget dengan kualitas bagus (aku mah berprinsip ekonomi, “harga murah dengan kualitas bagus”), aku bisa beli buku-buku tentang fotografi, aku bisa ikut komunitas di FULL FRAME-FISIP UI.

Semoga inilah awal aku mendapat beasiswa dan beasiswa-beasiswa lain menanti di belakangnya. Amiinnn…