Posted in Jejak Pelangi

Aku Bisa!

Sejak engkau mendua
Entah apa yg kurasakan
Memendam perih
Menyimpan luka

Sampai pada saat ini
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara

Reff: demi aku yg pernah ada di hatimu
pergi saja dng kekasihmu yg baru
dan aku yg terluka oleh hatimu
mencoba mengobati perihku sendiri
aku yakin bisa, aku bisa tanpamu

Sampai pada saat ini
Aku memulihkan rasa di hatiku
Baru aku bisa
Bisa bicara

(Flanella – Aku Bisa)

***

Ngomongin tentang lagu ini yang terlintas dipikirin adalah lirik yang simple, sederhana, apa adanya, tapi maknanya dalem banget. Intinya adalah dua sepasang kekasih yang awalnya saling mencintai, tapi ketulusan cinta itu harus ternoda karena dusta lelaki-nya. Ya… lelaki itu punya affair dengan wanita lain, dia mengkhianati cinta wanita yang akan dia pinang, hanya untuk memuaskan hawa nafsunya. Terluka? Pasti jelas, kekasihnya terluka, hatinya pasti ngilu, antara sakit dan mati rasa, melihat orang yang selama ini dicintai dan menerima dia apa adanya harus melihat kenyataanya bahwa lelaki itu tak sebaik yang dipikirkan. 

Lalu wanita itu mencoba untuk bangkit dan optimis “mencoba mengobati perihku sendiri, aku yakin bisa, aku bisa tanpamu” bahwa kehidupannya masih panjang untuk menikmati sisa-sisa hidupnya bersama keluarga dan teman-teman yang sayang dan menghargainya, bukan untuk lelaki yang nggak “worth it” sama sekali untuk dipertahankan, jadi dia berkata “demi aku yang ada di hatimu, pergi saja dengan kekasihmu yang baru dan aku yang terluka oleh hatimu”. Tuhan tahu, bahwa lelaki itu tidaklah baik untuk menjadi pendamping hidupnya, maka dibukakanlah tabir-tabir kebohongan itu. 

“Aku bisa tanpamu!” Ya… kata-kata inilah yang mewakili keoptimisan orang yang nggak mudah terpuruk. Banyak orang yang terlalu mencintai seseorang dan saat menerima keadaan sebenernya bahwa mereka tak berjodoh, bila iman tak kuat yang ada adalah stress, gila, bahkan cara yang tidak terhormat yaitu bunuh diri! Astagfirullah… semoga kita dijauhkan dari hal-hal tersebut. Berani jatuh hati harus berani juga patah hati. Tetap semangat dan hidup tidak akan berakhir sampai di sini, karena cinta sejati kita adalah cinta pada-Nya, Tuhan yang menciptakan kita, hidup dan mati kita hanya untuk-Nya 🙂

Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi

HARAPAN PALSU…

RAPUH (Joeniar Arief)

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
pakai lapisan tipis air yang beku
Sentuhan lembut kan hancurkan aku

Walaupun cinta tak sempurna
menghampiriku seketika
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
masih terasa luka dimasa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
Namun cinta itu pergi lagi

Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat, buat selamanya
Selamanya ku
Ku kan selalu
Ku kan selalu rapuh

Kau ingin tunjukan kepada dunia
tak hanya ada karena masa lalu
tapi masih ada harapan bagi yang baru

Kau tawarkan ku sejuta harapan
namun kenangan itu tak pernah hilang
Ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

Kau tak tahu betapa rapuhnya aku
masih terasa luka dimasa lalu
Ku pernah mencintai sepenuh hati
Namun cinta itu pergi lagi

Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat, buat selamanya
Selamanya ku
Ku kan selalu
Ku kan selalu rapuh

Kau datang bagai hujan
basahi tanah hati
Tapi kau lihat sediri luka iniii…

Dan ku terluka luka membekas
Bekas membuat, buat selamanya
Selamanya ku
Ku kan selalu
Ku kan selalu rapuh

***

shot_by_andycap(ilustrasi gambar,, seperti apa perasaanku saat ini)

” …kau tawarkan ku sejuta harapan namun kenangan itu tak pernah hilang dan ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku…”

Harapan semu…

Ketika
dia datang dalam hidupku. Sejuta harapan selalu memenuhi memoriku. Dia
memberikannya dengan mudah seperti mengobral harapan dan ternyata
harapan itu palsu. Kucoba untuk tetap bertahan, tapi akhirnya ku rapuh
jua. Beribu harapan tertimbun hingga ku tak kuasa menopangnya. Kau
membuatku melambung jauh di awan-awan. Sekejap kau jatuhkan diriku
dalam puing-puing reruntuhan hati. Kejam…

Kenapa harapan itu kau berikan padaku?!? Toh..akhirnya sirna, bagai matahari yg ditelan bumi dalam senja sore.

Mungkin aku terlalu melankolis. Mungkin aku terlalu membebani pikiranku…

Benar-benar rapuh… hatiku yg lembut menjadi sembab karena goresan luka…

Perihh…

***

Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi

Hatiku Tertusuk Duri Kepiluan

broken-heart1

Seberapa cinta kah diriku padamu

Lihatlah pasir dilautan

Mampu kah kau menghitung

Dan itulah besar cintaku untukmu

Tak mampu terhitung dengan mata telanjang

Tapi kau dapat rasakan cinta itu di dasar hatimu

Seberapa sakit hatinya diriku padamu

Lihatlah tambang minyak yang menipis

Berjuta ton batu kau lemparkan di hatiku

Cinta ini masih tersisa

Tak terkikis ditelan masa

Tapi…seberapa tau kah kau cintaku saat ini

Hiruplah udara pagi dan hembuskan perlahan

Itulah cintaku yang kau robek

Ragaku sakit tapi hatiku pilu

Aku patah hati karenamu

Tapi cinta ini tak terbelah walau kau bukan milikku lagi…

***

Beginilah puisi orang yang lagi “broken heart”. Huhuhuhu… Sakit banget kayak ditusuk-tusuk..Wkwkwkw…lebaii deh aku ini. Hmm..namanya juga pacaran, pasti ada aja manis-pahitnya. Kalo aku ga mau pacaran ah,,ntar langsung ketemu aja ma jodoh aku trus married deh.Hihihihi…ngayal terus nih!!!

Puisi ini aku bikin waktu temenku patah hati. Dia sedih banget diputusin pacarnya. Padahal di dunia ini kan masih banyak cewek-cewek yang lebih layak untuk menggantikan mantan pacarnya itu. Aduhhh…aku sering bingung deh ma orang pacaran. Hehehe… boleh nih, dibuat penelitian, “Kenapa cewek kalo diputusin cowoknya nangis?Sedangkan cowok kalo diputusin ceweknya marah?”…