Posted in Celoteh Pelangi, Jejak Pelangi, My Achievement, My Knowledge, Opini Sang Pelangi

Kuliah E-Pub : Kuliah Kreatif Pembuatan Materi Belajar

Hi Kawan Pelangi!

Malem-malem gini, entah kenapa nggak sengaja buka youtube dan keinget tentang tugas jaman kuliah (padahal baru lulus 2012 kemarin). Tugas kuliah yang super duper penuh perjuangan sampe nggak tidur dan begadang kalo mendekati hari H. Karena tugasnya? Jangan ditanya, ajaib banget! Banyak yang bilang dosennya kiler, ngasih nilai susah, dll. Tapi semua itu aku babat habis! Hoax! Nggak bener! Cuman kabar angin, yang entah itu katanya siapa? :p

Jadi intinya kalo kita pengen dapet A? Ya… harus kerja keras. Kayak kelompok-ku waktu mata kuliah e-pub a.k.a electronic publishing (Jurusan Jurnalistik, Komunikasi UI 2008). Di sini kita belajar tentang publishing yang sudah semakin canggih melalui proses digitalisasi. Nah, waktu itu kita kebagian tugas tentang “Digital Archiving and The Future of Search Engine”. Kebayang dong, baca buku bertumpuk-tumpuk untuk belajar materi ini. Belum lagi bukunya dalam Bahasa Inggris dan nggak ada terjemahannya.

Tapi, d ikelas e-pub yang diajar langsung sama dosen berpengalaman, Mas Irwansyah, kegiatan mengajar jadi menyenangkan. Karena kita nggak pake tuh namanya ngerview trus dibahas bareng atau nggak langsung dikasih tugas dan jawabannya ngeriview sendiri. Atau yang sekarang banyak dilakukan diskusi satu kelompok trus presentasi di depan pake power point atau OPH (jadul banget :p) Memang sih kita akan disuruh maju ke depan kelas untuk mempresentasikan materi yang didapat. Eits, metode-nya lain. Karena ini kelas electronic publishing jadi kita presentasinya harus canggih ala digital gitu. Ya… sesuai dengan materi kelompokku saat ini.

Penasaran dengan hasil tugas kelompok-ku saat itu, menjelaskan tentang Digital Achiving and The Future of Search Engine? Cekidot!

Inilah hal seru yang aku dapat dari mata kuliah ini, kekompakan dan kreatifitas. Ya seperti postingan yang pernah aku posting di blog ini, tentang mata kuliah Creative Thinking yang mengajarkan tentang pentingnya melatih otak kanan untuk menyeimbangkan otak kiri. Membuat dunia lebih berwarna dan melestarikan imajinasimu biar nggak pudar. Gimana setelah nonton video di atas pasti ngerti dong tentang perkembangan digital archiving (digitalisasi buku-buku) maupun search engine yang ternyata nggak cuman Mbah Google aja, ya walaupun Google masih merajai search engine dunia. Hehehe 😀

Buat dosen-dosen atau guru-guru atau pengajar, bisa mencontoh seperti kelas e-pub lho, jadi ajak murid atau mahasiswa untuk aktif membuat materi pembelajaran sesuai dengan minat mereka. Karena minat kelompok-ku adalah ngelawak dan videografi, kita bikin video ini. Tapi kalo mau dibikin lagu juga bisa atau dibikin yang lainnya. Banyak ide yang bisa kamu keluarkan untuk mata kuliah atau pelajaran di sekolah.

Posted in Jejak Pelangi, My Achievement, My Gallery

Graduation Day “Wis Udah Mah Kuliahnya”

” Rasa bahagia terus menyelimuti hati ini. Lega bercampur senang pada hari ini. Saat semua orang sibuk berias dan memakai kebaya denga motif beragam serta jas gagah terlabut rapi, saat semua orang bersuka cita dengan seragam kebanggaan, sebuah toga. Toga… untuk mendapatkannya penuh peluh dan usaha yang tak sedikit, terulur waktu demi waktu, dan kini toga itu bisa terengkuh juga. Rasa syukur terus menyelimuti kami semua. Terima kasih Tuha, terima kasih mama papa, terima kasih kakak adik, terima kasih keluarga besar, terima kasih dosen dan pengajar, terima kasih teman-teman, terima kasih untuk semangat, kasih sayang, persahabatan, pengalaman, dan pengetahuan yang akan berguna seumur hidup. Kini… kami pun dapat menyandang gelar sarjana. Kini… perjuangan hidup sesungguhnya dimulai, mengabdikan seluruh jiwa dan raga demi ilmu pengetahuan agar bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa. Amanah orang tua akhirnya terukir manis, kini… saatnya kita membalas kebaikan orang tua, keluarga yang membesarkan kita dan menerima kita apa adanya, tempat mengadu dan berkeluh kesah. “

****

Gladi Resik (GR) Wisuda Sarjana UI 2012 berjalan lancar. Seru dan meriah. Alhamdulilah… akhirnya bisa juga menikmati moment pertama seumur hidup, semoga bisa merasakan lagi tahun depan (amin…) Sebelum berangkat, aku mampir ke MOZ5 buat dandan dan bikin kreais jilbab, soalnya nggak bisa dandan nih, biar tampil cantik pake jasa salon aja deh :p Abis itu  baru deh menuju Balairung buat GR Wisuda. Nah… uniknya di UI, pas GR ini adalah moment yang nggak boleh terlewat soalnya kita bakal salaman sama rektor dan dekan fakultas masing-masing. Untuk tahun ini rektor UI dipegang oleh pejabat sementara yaitu Pak Djoko Santoso (dulu mantan rektor ITB). Biar tau gimana suasana waktu GR, yuk intip foto-foto pelangi \(^_^)/

Continue reading “Graduation Day “Wis Udah Mah Kuliahnya””

Posted in Goresan Sastra Sang Pelangi, Jejak Pelangi, My Achievement, My Gallery

Sidang Awal, Sidang Pagi, Sidang Kritis, Sidang TKA

Dear kawan Pelangi,

Alhamdulilah, akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliah S1 dengan tepat waktu yaitu 4 tahun. Pada Senin, 18 Juni 2012 lalu, sidang di depan penguji, pembimbing, ketua sidang, dan sekretaris sidang akhirnya terlaksana juga. Sebelumnya, memang aku minta untuk sidang Senin pertama kali setelah deadline pengumpulan proposal Tugas Karya Akhir (TKA) dan pagi hari. Pikirku, karena masih pagi jadi kondisi otak masih fresh, tapi di sisi lain agak grogi dan deg-degan karena pastinya penguji juga sangat amat fresh banget untuk mengkritisi karya kita :p

Sebelum sidang ada pengalaman kocak, percaya nggak percaya, hehehe. Jadi aku mimpi sidang nih (padahal ngerapiin proposal belum kelar, bikin power point juga belum). Nah, di dalam mimpiku, ada Mas Awang, Mas Teguh, dan Mbak Ken, lalu laki-laki satu lagi itu samar nggak tau siapa. Di mimpiku, aku udah di depan mereka mau presentasi, e… aku kaget banget ternyata aku belum bikin power point, eaaaa… untungnya cuman mimpi :p Besoknya aku ketemu Mas Awang di Perpus Pusat UI, trus aku cerita tentang mimpiku sekalian tanya siapa pengujiku dan beliau bilang “Kemungkinan saya pengujinya” dan spontan aku jawab “Alhamdulilah!” hehehe 😀 Seneng banget waktu itu ternyata mimpiku jadi kenyataan, aku seneng beliau jadi pengujiku setidaknya karyaku ini dinilai atau diuji oleh orang yang bener-bener kompeten. Dan setelah sidang aku baru tau siapa laki-laki yang samar itu, ternyata Mas Helmi!!! hahaha… beliau baru muncul setelah aku selesai menjawab pertanyaan (-__-”)

Pertanyaan paling penting saat sidang dari penguji adalah “Kenapa logo websitemu Jawa sekali, apa karena kamu dari Madiun?” #eaaaa, antara mau jawab beneran atau becandaan nih :p Abis itu setelah jawab semua pertanyaan dari penguji, pembimbing dan ketua sidang, tiba-tiba ketua sidang, Mbak Ken, “Kamu yakin Bet lulus?” Berasa kayak ikutan IndonesiaIdol deh. Dan kejadian kocak lainnya adalah pas diumumin bahwa aku LULUS oleh ketua sidang, harusnya nih ya, kita langsung tepuk tangan dan sumringah, tapi apa yang terjadi pemirsa? hening beberapa menit baru kita bilang ‘hore’ dan tepuk tangan serempak (telat banget dah!hahaha…)

Setelah sidang, foto dulu dong bareng Penguji (Mas Awang). Pembimbing (Mas Teguh), Ketua Sidang (Mbak Ken), dan Sekretaris Sidang (Mas Helmi). Kesan-kesan saat sidang adalah Mas Awang kritis banget! Kebanyakan masukan dari beliau adalah pada analisis masalah yang belum aku sebutkan bahwa belum ada media lain (online) yang membahas tentang kecantikan alami, SWOT, Segmenting – Diferensiasi Produk, dan Khalayak Sasaran (yang harus dibikin pointer dan to the point), dan Organisasi Perusahaan yang dibikin konsep Video Journalist (sebenernya mau jawab itu Mas, tapi karena bingung nulisnya disitu, ea… ngeles :p) Dan hal yang paling aku inget adalah kalo ngebandingin harus ‘apple to apple’ nggak boleh ‘apple to orange’ maksudnya misalnya kita ngebandingin media online ya media online, jadi nggak boleh media online ke cetak itu jauh banget.

Alhamdulilah beliau nggak ngutak atik konsep ide karyaku, cuman kebanyakan dari segi proposal aja supaya dipadetin dan nggak bertele-tele (soalnya memang mengarah pada proposal bisnis). Setelah sejam menyakinkan bahwa TKA ini bisa diterima oleh khalayak, akhirnya nilai pun keluar juga. Allahuakbar! Perjuangan panjang dan nggak gampang mencapainya dihargai dengan nilai A! Amin 😀 Jadi semester 8 dapet IP 4.00 dengan IPK 3.6 (Cumluade) \(^_^)/ Continue reading “Sidang Awal, Sidang Pagi, Sidang Kritis, Sidang TKA”

Posted in Journalits Day 2009

NADIO FLO: Seorang Praktisi Media yang Terjun ke Dunia Sinetron

251020088251Cewek yang bernama lengkap Nadia Flouriana Louisa, sering dipanggil ‘Flo’ lahir di Jakarta, 19 Juli 1984 yang lalu. Dia tinggal di daerah Pejaten, Jakarta Selatan. Hobi yang sering digeluti oleh Flo adalah memasak dan travelling, merupakan senior komunikasi angkatan 2002. Latar belakang kepanitiaan, yaitu Pekan Komunikasi UI, Reuni Besar Komunikasi UI, Kampanye Penanaman Pohon Jati, dan Kampanye Melek Media 2005. Latar belakang organisasi meliputi HMIK sebagai koordinator akademi dan ICON sebagai humas. Latar belakang pendidikan, mulai dari lulus dari SDK St. Caroline, SMP Labschool Rawamangun, SMA 77 Jakarta, dan alumni S1 Ilmu Komunikasi UI dengan prodi Kajian Media 2002. Nadia Flo juga pernah mengikuti Abang None DKI Jakarta 2007 sebagai None Jakarta Pusat dan Wakil 2 DKI Jakarta. Pengalaman kerja tahun 2005 sampai 2006 sebelum lulus kuliah, bekerja di Metro TV sebagai staf produksi, menjadi presenter program Metro Kampus, tahun 2007 di Trans7 sebagai presenter program Wanita Dalam Berita, pindah ke Astro untuk program UNIX (Universitas di Expresi) dan sekarang resign karena akan melangsungkan pernikahan pada bulan Januari 2009.

Dia menceritakan bahwa dulu saat prasar (baca:community) di dalam buku tanda tangan dia menyebutkan cita-citanya adalah ingin memiliki Production House. Tahun 2002, Komunikasi Massa meliputi kajian media dan jurnalistik. Nadia Flo memilih kajian media. Dulu sebenarnya dia mengira bahwa jurusan komunikasi ada jurusan film ternyata bila kita ingin menjadi sutradara harus memilih kuliah sinematografi di IKJ Jakarta.

Mengenang kembali masa prasar Nadia Flo, dia mengutarakan perasaan saat mengikuti prasar dari awal sampai akhir. Pengalaman yang tidak terlupakan baginya adalah mengikuti prasar selama enam bulan di Komunikasi FISIP UI. Baginya dengan mengikuti prasar (baca:community) banyak sekali manfaat yang kita dapat dan sangat berguna untuk di kemudian hari. Selain itu kita dapat mengenal angkatan lebih dekat dan senior angkatan atas.

25102008826

Mengapa Nadia Flo memilih jurusan Komunikasi? Pada awalnya dia termasuk cewek yang pendiam, pemalu, tidak berani berekpresi, dan berpendapat sehingga merasa left behind dari semuanya. Walaupun pada saat itu dia mempunyai jawaban ataupun ide-ide cemerlang yang dapat dikemukakan, tapi karena rasa malu itu dia mengurungkan niatnya. Saat itulah dia berpikir untuk memilih jurusan komunikasi. Dia berpikir kalau jurusan ini akan mengajarkan cara kita berkomunikasi dengan baik.

Pertama kali masuk komunikasi, dia sangat terkejut karena ada prasar, di mana saat itu dia termasuk cewek pendiam dan takut berargumen, sehingga terbersit pikiran kalau prasar tidak ada gunanya dan membuat tugas terabaikan, karena pada semester pertama banyak sekali pengantar ilmu-ilmu dan membutuhkan hafalan yang tidak sedikit. Tetapi setelah mengikuti prasar berikutnya dia mendapatkan manfaatnya. Di sana kita diajarkan bidang-bidang yang akan kita gelutin nantinya, cara mengemukakan argumen yang logis, dan think fast and creative thinking.

Setelah prasar, Nadia Flo langsung ditarik sebagai panitia “Sedaun” dengan menyebarkan dan menanam seribu pohon dan diberitakan di media televisi dengan mengundang alumni UI seperti Christin Hakim. Program ini menanam pohon dengan lokasi di belakang Fakultas Teknik.

Setelah dia lulus prasar,dia mengambil program studi kajian media, karena kajian media masih baru dan ingin dia ingin menjadi seorang praktisi media seperti Effendy Gozali dengan pembawaan yang kocak dan tidak monoton. Setelah belajar banyak dalam kajian media, terkadang Nadia Flo merasa bosan saat menonton televisi karena dia tahu mana tayangan yang bermutu dan tidak bermutu karena sikap kritis yang muncul dan ditanamkan dalam prodi kajian media, sampai-sampai dia jarang menonton televisi.

Ketika Nadia Flo menjadi koordinator akademik di HMIK, dia membuat acara Kampanye Melek Media yang bekerja ama dengan KPI, Kidia, dan YPMA. Mengapa dia membuat acara seperti itu? Karena dia kesal dengan tontonan di televisi yang monoton yang hanya menyuguhkan kekerasan, seks, kriminalitas, dan takayul.Apalagi saat dia melihat tayangan “ Akibat Pergaulan Bebas” yang di mana setiap adegan disuguhkan secara vulgar. Lalu dia bersama teman-teman yang lain survei dan mengunjungi lima SMA di seluruh Jakarta. Di setiap sekolah, dia mempertontonkan video klip Hello Motion ke semua siswa SMA. Dia juga berkesempatan untuk mencoba casting di sebuah Poduction House, karena dia ingin merasakan dan menjalani seperti orang-orang dibalik layar sinetron. Dia membintangi sinetron Hidayah, Intan, dan lain-lainnya. Ternyata saat dia membintangi Hidayah sebagai pemeran antagonis, disinilah jawabannya kenapa sinetron Indonesia kurang layak ditonton. Saat dia memerankan agedan marah-marah dan mengimprovisasi gerakan dengan mendorong tubuh lawan mainnya, dia harus total dan menghayati. Sutradara akan senang jika adegan itu benar-benar nyata. Padahal tidak selamanya sinetron harus melebihkan sesuatunya apalagi tindakan yang dianggap tidak berprikemanusiaan. Selain itu dalam film maupun sinetron di Indonesia banyak yang bertentangan dan hanya sekedar hiburan tanpa mempertunjukan hal-hal bersifat edukatif. Di sini perlu digali produktivitas pemain maupun orang yang bekerja dibalik layar dengan berpegang teguh pada aturan maupun UU yang berlaku.

Untuk lebih mengoptimalkan potensi diri, kita harus tau letak bakat dan minat kita, jangan terpacu pada teman atau orang lain dalam mengambil jurusan atau jalan hidup. Selain itu dengan mengikuti kegiatan prasar (baca:community) ini kita dapat menambah networking dengan angkatan atas jika suatu hari nanti kita ingin bekerja dan sebagai media pembelajaran etika kita diharapkan dengan dunia kerja yang membutuhkan kreativitas, kinerja yang cepat, dan persaingan yang ketat.***