Posted in Culinary Review, Daily Life, Traveling

Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok

Assalamualaikum! Apa kabar kawan Pelangi?
Ah, tak terasa sudah masuk di awal April 2016, udah sebulan nggak ngeblog. Maklum lagi sibuk bikin campaign ini itu, nge-create content yang nggak ada kata “sudah”, karena kita hidup harus “terus berjalan” kecuali kalau akhirnya kita berhenti disuatu tempat.

Biar nggak lama-lama lagi, aku mau cerita pengalamanku jalan-jalan ke Lembang! Uwoooo, pertama kali nih, entah kenapa selalu suka sama Bandung dan sekitarnya. Kenapa? Karena di sana udaranya sejuk! Ya, nggak perlu mandi, karena jarang keringetan, haha :p Trus tempat-tempatnya menarik, banyak wisata alam yang cocok buat melepas dahaga memotret. Trus bisa dilaju pulang pergi Depok, ya memang bikin pantat tepos langsung (hahaha, agak lebai sih).

Saranku, kalo musim penghujan, jangan keseringan jalan-jalan. Terutama buat yang hobi motret karena suka hujan tiba-tiba atau mendung yang tak berkesudahan. Kemarin untungnya hujannya malem pas perjalanan pulang, jadi nggak mengganggu acara memotret, tapi ya begitulah cahaya kurang menarik euy 😦

L1030144

Sesampainya di sana, langsung cari tempat makan. Laper, perjalanan jauh. Maklum musafir dari negeri Depok. Hihihi. Maka mampirlah ke sebuah resto bernama “Backyard Kitchen”. Tempatnya klasik, hmmm… sepertinya semua sudut Farmhouse selalu diselimuti bangunan klasik Eropa, jadi seakan-akan kita berada pada ribuan tahun yang lalu. Suasana di resto ini juga menarik, banyak spot yang bisa buat motret, makanannya juga menarik. Karena kalap aku pesan Spaghetti dan Salad Buah.

L1030110

L1030111

L1030106

L1030107

Paling suka sama Salad Buah-nya Backyard Kitchen, soalnya buah yang disajikan seger banget dan ada kismisnya. Love! Harganya sendiri kebanyakan di atas Rp 40.000. Tapi sesuai-lah harga dengan rasa, Setelah kenyang, maka kita lanjutkan jalan-jalan keliling Farmhouse. Tapi sebenernya di luar udah mendung tuh, agak was-was kalau hujan gede tapi belum sempat foto (aduh, generasi instagram lebih mentingin foto ya daripada kehujanan).

L1030114

L1030116

L1030121

L1030127

L1030128

L1030126 Continue reading “Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok”

Posted in Culinary Review, Daily Life

Foto Ala IG di Sekitar Depok, Mampir Yuk di Kami Ruang dan Kafe

Assalamualaikum,

Ada tempat baru nih di sekitar Depok, tepatnya Margonda. Ya, daerah ruko dekat jembatan Margonda Residence samping-nya Sushi Miyabi. Tempatnya kecil dan agak gelap, karena nuansanya hitam, putih, cokelat kali ya. Namanya Kami Ruang dan Kafe. Banyak yang bilang tempatnya bagus.

1000640

1000639

1000638

Sekalian bertemu kawan lama, aku memutuskan bertemu di Kami Kafe, sekalian foto-foto ala Instagram gitu. Ya, karena setelah lihat beberapa instagram orang ternyata cukup worth-it buat narsis disitu :p Kami Kafe terdiri dari 3 lantai dan lantai 3 adalah area merokok.  Di sini aku bertemu kak Laila, ya kakak kelas di kampus yang sempat berbisnis bareng, alhamdulilah bisa bersilaturahmi lagi setelah beberapa bulan tak bertemu.

Menurut aku, Kami Kafe tempatnya cozy terutama buat ngerjain tugas atau haha hihi bareng temen. Karena kita bisa pilih tempat di lantai 1 atau 2 yang bebas asap rokok, atau lantai 3 buat yang ngerokok. Design yang mereka tawarkan sangat simple, tapi tetap terlihat elegan karena meja kayu yang sepertinya terbuat dari kayu jati.

Di lantai 2, kamu tempatnya cukup luas, ditambah dengan tempat pemesanan makanan dna minuman. Kamu bisa pilih duduk beramai-ramai atau sendiri. Dan yang terpenting adalah di sini ada wifi yang cukup kencang lho, cocok deh buat anak kampus atau anak kosan yang lagi cari wifi buat ngerjain tugas seabrek. Serunya di sini, kalau kamu datang sendiri kamu bisa pilih tempat duduk yang meja-nya nempel ke dinding, supaya memberi kesempatan buat yang datang satu kampung buat duduk di sini :p

1000574

1000622

1000627

Spot di lantai 2 yang bisa kamu gunakan untuk foto ala instagram adalah background sendok garpu ini. Tapi sebaiknya datang pas jangan makan siang dan malam ya, karena pasti rame banget :p

Sekarang kita menuju ke lantai 3, tempat favoritku, huehehe. Walaupun emang nggak suka ngerokok, tapi desain interior lantai 3 itu simple tapi oke juga. Sayang sih kalau ini dibuat tempat khusus untuk merokok 😥

1000583

1000585

1000588

1000612

1000607

Di lantai 3 kamu bisa foto di depan background buku-buku tua ini. Nggak cuman itu kamu juga bisa foto tiap detik interior yang ada di Kami Kafe. Seru kan? Kamu juga bisa mengasah kreativitas foto ala IG di sini dengan gaya yang nggak biasa alias unik.

1000581

Nah, silakan tentukan pilihanmu mau seseruan di lantai 2 atau 3 ya. Sekarang kita lanjut ke review harga makanan minuman dan rasanya. Hmm, ngeliat menu-nya seperti enak-enak, karena lapar aku pesan-lah ronde pertama, yaitu Nasi Goreng Vietnam, Rp 34,500. Rasanya, hmmm… standar ya, nasi-nya agak keras dan bumbu-nya kurang meresap. Nggak ada sambal tambahan, rasanya juga nggak pedas. Porsinya cukup banyak sih, jadi aku minta kak Laila bantuin makanku. Hahaha 😀

1000568

Ronde kedua pesen Garlic Butter Dory Rp 44,500. Hal yang pertama kali keluar dipikiranku adalah ekspektasi nggak berbanding lurus dengan realita. Tampilannya kurang menggugah selera ya, ternyata kurang recommended, nggak seenak di Komunal 88 atau di Typology Cafe ya. Karena aku pecinta ikan, dan ini menurutku kurang worth-it dengan harga segitu tapi isinya seperti di bawah ini. Dori-nya cuman seuprit dan mirip kayak ikan biasa (-__-”)

1000620

Untuk minum-nya aku pesan Ice Tea aja supaya menetralkan tiap makanan yang aku pesan, hehehe 😀 Overall, kalau mau nongkrong di sini, lebih cocok buat pesan minuman aja kali ya, Green Tea Yogurt-nya cukup enak, bikin melek mata, tapi buat yang punya maag, disarankan pilih yang lain aja ya.

Posted in Jejak Pelangi, My Gallery

Gelembung Air, Balon Warna Warni, dan Sawah Menguning

Udah lama banget nggak main gelembung sabun. E… ketemunya udah kayak anak kecil yang menemukan harta karun. Gak tanggung langsung beli trus mainin. Padahal sebenernya itu bisa dibikin sendiri dari Sunlight trus pake kawat yang dibentuk bulatan. Betapa gembiranya saya. Masa kecil itu emang masa paling menyenangkan, nggak mikir yang berat-berat, kayak tugas kuliah, lulus, kerjaan, dan ke-kompleks-an hidup lainnya :p

Sebelum berangkat jalan pagi sudah meniatkan untuk mampir ke sawah yang lagi panen, ketemu sama Bu Tani dan Pak Tani, bercengkrama sebentar lalu main-main sama pagi yang mau digiling. Semua dilakukan secara tradisional walaupun pake mesin ya ala kadarnya 🙂 Sebelum pulang sempat beli balon, pengennya sih beli 10 balon, e… ternyata tinggal dua balon warna orange dan pink. Ya sudahlah tak apa, yang penting ada wadrobe buat foto. Hahaha… tetep ya narsisnya 😀 Dan beginilah hasilnya, ternyata oke juga kok, perpaduan sama dan balon warna warni. Lebih keren lagi kalo balonnya banyak 😀 Next time deh \^_^/

Posted in Jejak Pelangi, My Gallery

INDAHNYA KEBUN BUNGA WARNA WARNI

Rindu sama kampung halaman. Rindu sama rumah yang sejuk dan banyak tanaman. Rindu sama keluarga yang hangat. Rindu sama masakan rumah yang bersih dan enak. Kerinduan itu semuanya bercampur aduk hingga akhirnya keluar postingan ini. Hasil foto itu aku ambil saat pulang ke rumah tahun lalu. Saat di rumah sedang mekar-mekarnya bunga-bunga yang ditanam mama. Bangun pagi dan ikutan menyiram tanaman. Udara sejuk dan bulir-bulir air masih menempel. Sayang bila dilewatkan dan tidak diabadikan. Selamat menikmati hasil jepretan pelangi \^_^/

Continue reading “INDAHNYA KEBUN BUNGA WARNA WARNI”