Posted in BetaVlog, Celoteh Pelangi, Culinary Review, Daily Life

Wisata Kuliner : SNCTRY dan Cut The Crab

Sebelum mencintai orang lain, cintailah dirimu sendiri.
Ketika kamu masih sendiri, saatnya kamu memanjakan dirimu sebanyak-banyaknya. Kayak jalan-jalan, makan enak, nonton film, nongkrong bareng temen, dan yang paling penting manjain keluarga kamu.

Kali ini aku mau ngebahas tentang wisata kuliner yang bikin lidah bergoyang dan kantong menipis. Kenapa? Karena makanan sehat itu harganya nggak murah kalo di ibu kota lho. Semua serba organik dibuat dari buah dan sayur. Tempat nongkrong gaul yang sehat, di mana tuh? Kamu bisa merapat ke SNCTRY Healthy Bar. Lokasinya di Dharmawangsa, Jaksel (posisinya di samping Plataran persis, tapi tempatnya nyempil gitu 1 komplek sama cafe lain).

L1070476

L1070442

Di sini kamu bisa pilih sarapan sesukamu, tapi pastikan sesuai sama dompet kamu ya, jangan sampai besar pasak daripada tiang. Karena aku suka buah naga, aku pilih Coconut Breeze yang harganya Rp 50,000. Selain itu tempatnya juga kece buat selfie atau nambah koleksi fotomu di instagram. Continue reading “Wisata Kuliner : SNCTRY dan Cut The Crab”

Posted in Culinary Review, Daily Life, Traveling

Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok

Assalamualaikum! Apa kabar kawan Pelangi?
Ah, tak terasa sudah masuk di awal April 2016, udah sebulan nggak ngeblog. Maklum lagi sibuk bikin campaign ini itu, nge-create content yang nggak ada kata “sudah”, karena kita hidup harus “terus berjalan” kecuali kalau akhirnya kita berhenti disuatu tempat.

Biar nggak lama-lama lagi, aku mau cerita pengalamanku jalan-jalan ke Lembang! Uwoooo, pertama kali nih, entah kenapa selalu suka sama Bandung dan sekitarnya. Kenapa? Karena di sana udaranya sejuk! Ya, nggak perlu mandi, karena jarang keringetan, haha :p Trus tempat-tempatnya menarik, banyak wisata alam yang cocok buat melepas dahaga memotret. Trus bisa dilaju pulang pergi Depok, ya memang bikin pantat tepos langsung (hahaha, agak lebai sih).

Saranku, kalo musim penghujan, jangan keseringan jalan-jalan. Terutama buat yang hobi motret karena suka hujan tiba-tiba atau mendung yang tak berkesudahan. Kemarin untungnya hujannya malem pas perjalanan pulang, jadi nggak mengganggu acara memotret, tapi ya begitulah cahaya kurang menarik euy ๐Ÿ˜ฆ

L1030144

Sesampainya di sana, langsung cari tempat makan. Laper, perjalanan jauh. Maklum musafir dari negeri Depok. Hihihi. Maka mampirlah ke sebuah resto bernama “Backyard Kitchen”. Tempatnya klasik, hmmm… sepertinya semua sudut Farmhouse selalu diselimuti bangunan klasik Eropa, jadi seakan-akan kita berada pada ribuan tahun yang lalu. Suasana di resto ini juga menarik, banyak spot yang bisa buat motret, makanannya juga menarik. Karena kalap aku pesan Spaghetti dan Salad Buah.

L1030110

L1030111

L1030106

L1030107

Paling suka sama Salad Buah-nya Backyard Kitchen, soalnya buah yang disajikan seger banget dan ada kismisnya. Love! Harganya sendiri kebanyakan di atas Rp 40.000. Tapi sesuai-lah harga dengan rasa, Setelah kenyang, maka kita lanjutkan jalan-jalan keliling Farmhouse. Tapi sebenernya di luar udah mendung tuh, agak was-was kalau hujan gede tapi belum sempat foto (aduh, generasi instagram lebih mentingin foto ya daripada kehujanan).

L1030114

L1030116

L1030121

L1030127

L1030128

L1030126 Continue reading “Farmhouse Lembang Menawarkan Suasana Klasik Nan Elok”

Posted in Culinary Review, Daily Life

Foto Ala IG di Sekitar Depok, Mampir Yuk di Kami Ruang dan Kafe

Assalamualaikum,

Ada tempat baru nih di sekitar Depok, tepatnya Margonda. Ya, daerah ruko dekat jembatan Margonda Residence samping-nya Sushi Miyabi. Tempatnya kecil dan agak gelap, karena nuansanya hitam, putih, cokelat kali ya. Namanya Kami Ruang dan Kafe. Banyak yang bilang tempatnya bagus.

1000640

1000639

1000638

Sekalian bertemu kawan lama, aku memutuskan bertemu di Kami Kafe, sekalian foto-foto ala Instagram gitu. Ya, karena setelah lihat beberapa instagram orang ternyata cukup worth-it buat narsis disitu :p Kami Kafe terdiri dari 3 lantai dan lantai 3 adalah area merokok. ย Di sini aku bertemu kak Laila, ya kakak kelas di kampus yang sempat berbisnis bareng, alhamdulilah bisa bersilaturahmi lagi setelah beberapa bulan tak bertemu.

Menurut aku, Kami Kafe tempatnya cozy terutama buat ngerjain tugas atau haha hihi bareng temen. Karena kita bisa pilih tempat di lantai 1 atau 2 yang bebas asap rokok, atau lantai 3 buat yang ngerokok. Design yang mereka tawarkan sangat simple, tapi tetap terlihat elegan karena meja kayu yang sepertinya terbuat dari kayu jati.

Di lantai 2, kamu tempatnya cukup luas, ditambah dengan tempat pemesanan makanan dna minuman. Kamu bisa pilih duduk beramai-ramai atau sendiri. Dan yang terpenting adalah di sini ada wifi yang cukup kencang lho, cocok deh buat anak kampus atau anak kosan yang lagi cari wifi buat ngerjain tugas seabrek. Serunya di sini, kalau kamu datang sendiri kamu bisa pilih tempat duduk yang meja-nya nempel ke dinding, supaya memberi kesempatan buat yang datang satu kampung buat duduk di sini :p

1000574

1000622

1000627

Spot di lantai 2 yang bisa kamu gunakan untuk foto ala instagram adalah background sendok garpu ini. Tapi sebaiknya datang pas jangan makan siang dan malam ya, karena pasti rame banget :p

Sekarang kita menuju ke lantai 3, tempat favoritku, huehehe. Walaupun emang nggak suka ngerokok, tapi desain interior lantai 3 itu simple tapi oke juga. Sayang sih kalau ini dibuat tempat khusus untuk merokok ๐Ÿ˜ฅ

1000583

1000585

1000588

1000612

1000607

Di lantai 3 kamu bisa foto di depan background buku-buku tua ini. Nggak cuman itu kamu juga bisa foto tiap detik interior yang ada di Kami Kafe. Seru kan? Kamu juga bisa mengasah kreativitas foto ala IG di sini dengan gaya yang nggak biasa alias unik.

1000581

Nah, silakan tentukan pilihanmu mau seseruan di lantai 2 atau 3 ya. Sekarang kita lanjut ke review harga makanan minuman dan rasanya. Hmm, ngeliat menu-nya seperti enak-enak, karena lapar aku pesan-lah ronde pertama, yaitu Nasi Goreng Vietnam, Rp 34,500. Rasanya, hmmm… standar ya, nasi-nya agak keras dan bumbu-nya kurang meresap. Nggak ada sambal tambahan, rasanya juga nggak pedas. Porsinya cukup banyak sih, jadi aku minta kak Laila bantuin makanku. Hahaha ๐Ÿ˜€

1000568

Ronde kedua pesen Garlic Butter Dory Rp 44,500. Hal yang pertama kali keluar dipikiranku adalah ekspektasi nggak berbanding lurus dengan realita. Tampilannya kurang menggugah selera ya, ternyata kurang recommended, nggak seenak di Komunal 88 atau di Typology Cafe ya. Karena aku pecinta ikan, dan ini menurutku kurang worth-it dengan harga segitu tapi isinya seperti di bawah ini. Dori-nya cuman seuprit dan mirip kayak ikan biasa (-__-”)

1000620

Untuk minum-nya aku pesan Ice Tea aja supaya menetralkan tiap makanan yang aku pesan, hehehe ๐Ÿ˜€ Overall, kalau mau nongkrong di sini, lebih cocok buat pesan minuman aja kali ya, Green Tea Yogurt-nya cukup enak, bikin melek mata, tapi buat yang punya maag, disarankan pilih yang lain aja ya.

Posted in Celoteh Pelangi, Opini Sang Pelangi

Shabu-Shabu All You Can Eat? Ya Shabu Ghin Aja!

IMG_9065

Pertama kali seumur hidup nyobain menu shabu-shabu di Japan Restaurant dan entah kenapa tiba-tiba suka banget sama shabu-shabu. Walaupun banyak banget yang menjual menu shabu-shabu, tetapi di sini kamu bisa nyobain menu shabu yang spektakuler. Kenapa?

INTERIOR MEWAH DAN KLASIK

Ketika kamu masuk, kamu disuguhkan pemandangan nama tempat ini, yaitu Shabu Ghin. Lalu sebelum makan dimanjakan oleh pemandangan indah dari pot anggrek yang menawan. Kebetulan pas ke sana dapet anggrek pink, mungkin saat kamu ke sana bisa berubah-ubah warnanya. Selain itu kursi dari jati yang dipoles warna cokelat tua juga memberikan kesan, “Wow Jepang Banget!” lalu atasnya yang dibuat dari jerami kayu bertali.

IMG_9090

IMG_9088

IMG_9093

LEZATNYA TIAPย VARIAN RASA SOP

Di Shabu Ghin, kamu bisa pilih berbagai rasa sop yang dihidangkan. Jadi kalo dateng rame-rame, nggak udah malu-malu hanya pesan satu rasa, tapi tiap teman bisa jadi punya rasa soup yang manjadi unggulan. Buat yang ingin mencoba pertama kali bisa pesan Original Konbu Soup. Tapi kalo yang pengen rasanya lebih pekat bisa cobain Spicy Tonyu Soup dan Spicy Seafood Soup.

Salah satu yang menjadi daya tarik Shabu Ghin adalah mereka menciptakan privacy soup. Soup yang bisa dinikmati sendiri dengan lima varian rasa. Dan nggak bikin bosen kalo nongkrong lama sekitar 90 menit ๐Ÿ™‚

IMG_9010

IMG_9048

IMG_9047

VARIASI BEEF YANG WAJIB COBA

Nah, menu andalan dari all you can eat di Shabu Ghin adalah beef yang ditawarkan dengan 3 variasi, yaitu Special Beef Rp 188.000 | US Premium Beef Rp 238.000 | Wagyu Beef Rp 388.000. Saranku kamu wajib nyobain yang Wagyu Beef, itu endes banget ๐Ÿ™‚

IMG_9030 Continue reading “Shabu-Shabu All You Can Eat? Ya Shabu Ghin Aja!”

Posted in Celoteh Pelangi, Jejak Pelangi, My Gallery

Bolang Bogor : Sensasi Horor di Death by Chocolate

Lama nih nggak ngebolang bareng sohib tersayang. Weekend panjang kemarin, menyempatkan main ke Bogor! Awalnya sih kita pengen ngebolang ke museum tapi nggak jadi, akhirnya aku punya ide buat wisata kuliner ke Bogor aja ๐Ÿ˜€ Kita berdua ini termasuk cewek kurus doyan makan dan susah gendut \(^_^)/

Karena kita udah nggak satu kos lagi, aku dan Nea ketemu di stasiun UI dan lanjut naik kereta menuju Bogor. Bela-belain nggak makan banyak dari kosan, karena tujuan utama kita adalah MAKAN! Tujuan akhir wisata kuliner kita dan kebetulan memang udah malem adalah cafe “Death By Chocolate” di jalan Ceremai 22. Ya… pake acara jalan kaki dan nyasar dan berbekal tanya tukang parkir akhirnya kita naik angkot dan berhenti di depan cafe ini.

DSC_0536

Nah, pas masuk udah disuguhi pemandangan kayak gini, gimana gak serem? Hehehe. Tapi kesereman itu hilang seketika, ketika waitress ganteng datang membawa menu makanan. Tapi karena takjub, aku masih muter-muter cari tempat duduk yang oke, karena tiap ruangan dekorasinya unik dan dekorasi outdoor cocok banget tuh buat yang pacaran, karena bermandikan cahaya lilin.

DSC_0551

DSC_0552

Karena udah malem, langsung deh kita kalap pesen makanan karena menu-nya banyak dan menggiurkan. Kalau aku pesen chicken wing and chips (Rp 25ribu), karena makan malam adalah makan berat buatku. Huahaha ๐Ÿ˜€

DSC_0553

Emang gak terlalu banyak si porsinya, tapi cukup bikin kenyang. Ayamnya juga lembut tinggal diseruput langsung ketarik semua dagingnya. Sayurannya juga fresh. Abis makan berat lanjut ngemil Chocolate Fortune Pies. Mungkin ini terinspirasi dari Fortune Cookies kali ya.

Entah kenapa kalo berkaitan Fortune itu identik dengan kebetulan yang serba benar tentang diri kita. Dan isi Fortune Pies (Rp 9ribu) yang aku pesan adalah “Sukses-sukses kecil yang sudah kamu capai. Sudahkan kamu mensyukurinya?” Ciat…ciat…ciatt.. menohok sekali! Hehehe :p

DSC_0505

Lalu menu lain yang unik dan menarik hati adalah MOJO BAG (Rp 25ribu)! Apa sih? Dari tadi nanya mulu ke waitress-nya (sebenernya sih modus) hehehe, apa sih Mojo Bag? Chocolate seperti apa? Ternyata Mojo Bag ย atau nama latihnnya Moudzou Bag adalah kantong mungil berisi amulet atau azimat. Biasa disebut juga “Prayer in A Bag” atau doa-doa dalam kantong. Mojo dikenal sejak tahun 1800-an sebagai traidisi masyarakat Afrika-Amerika yang pada zamannya dipercaya memiliki kekuatan magis. Nah, Death By Chocolate (DBC) punya amulet tersendiri dari batu azimat yang bertoreh kata-kata matra universal nan ampuh dan lezat. Continue reading “Bolang Bogor : Sensasi Horor di Death by Chocolate”